Kamis, 13 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Atap Ilalang Kabat Tembus Pasar Maladewa

25 Juli 2018, 18: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

PERMINTAAN TINGGI: Seorang pekerja merapikan tumpukan atap ilalang di gudang yang berlokasi di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat.

PERMINTAAN TINGGI: Seorang pekerja merapikan tumpukan atap ilalang di gudang yang berlokasi di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat. (SHULHAN HADI/RABA)

KABAT – Pasar ekspor kebutuhan properti berbasis pariwisata saat ini cukup tinggi. Salah satunya ilalang. Permintaan untuk memenuhi pasar di Maladewa saat ini cukup besar. ”Ini saya ekspor ke Maldives (Maladewa),” ucap M. Yunus, 55 eksportir atap ilalang.

Untuk memenuhi order tersebut, pria yang lama tinggal di Bali itu menyebutkan bahwa semua barang dia datangkan dari Bali dan Lombok. Setiap dua hari sekali, kendaraan truk dari Bali mengirimkan ke tempatnya di Pakistaji, Kecamatan Kabat, untuk selanjutnya muat dalam peti kemas dan diekspor. ”Jadi kita transitkan di sini. Lalu kita kirim,” jelasnya.

Sebenarnya, jika kebutuhan ini bisa dipenuhi dari Banyuwangi atau Jawa, maka biaya yang dikeluarkan bisa semakin ditekan. Di samping itu, akan membuka peluang usaha baru. Hanya saja, sepertinya saat ini perajin di Banyuwangi belum begitu melirik potensi ini. Pemilik lahan juga belum ada yang secara khusus membuka untuk ditanami ilalang. ”Kalau di Bali memang ditanam. Di sini masih belum ada,” ucap Yunus.

Di luar ilalang, pasar yang memungkinkan untuk dijual adalah jenis ijuk dan daun aren. Namun sayangnya, pihaknya pernah sekali mencoba, namun perajin yang diminta angkat tangan. ”Mungkin belum biasa atau entah kurang mahal,” terangnya sembari berkelakar.

Untuk harga ilalang ini cukup tinggi. Saat tiba di Maladewa bisa meningkat lima kali lipat. Namun, hal itu juga sebanding dengan biaya transportasi dan perawatan selama di gudang.

(bw/sli/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia