Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

14 Guru MTs Al Ishlah Muncar Mundur

Merasa Tidak Cocok Dengan Pengurus Yayasan

24 Juli 2018, 20: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

14 Guru MTs Al Ishlah Muncar Mundur

(GRAFIS: REZA FAIRUZ/RABA)

MUNCAR - Tahun ajaran baru 2018/2019 ini, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ishlah di Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, diguncang masalah. Sebanyak 14 guru termasuk kepala sekolah, menyatakan mengundurkan diri karena merasa tidak cocok dengan pengurus Yayasan Al Husniyyah.

Dengan mundurnya para guru dan kepala sekolah itu, membuat tenaga pengajar di madrasah itu nyaris habis. Selama ini, di sekolah yang gedungnya cukup megah dengan dua lantai itu hanya memiliki 19 tenaga guru. “Saya mengundurkan diri bersama para guru, ini kita lakukan karena tidak ada kese­pahaman antara sekolah dan yayasan,” ujar kepala MTs Al Ishlah, Sarengat.

BESAR: Pintu gerbang MTs Al Ishlah di Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (23/7).

BESAR: Pintu gerbang MTs Al Ishlah di Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (23/7). (BAGUS RIO/JPRG)

Menurut Sarengat, para tenaga pengajar sengaja mundur karena apa yang dilakukan tidak sejalan dengan apa yang diinginkan oleh yayasan. “Guru dan yayasan tidak sejalan, bukan kita menuntut kontrak untuk diperpanjang,” katanya.

Padahal, lanjut dia, sekolah de­ngan yayasan bisa mengatur atau mengembangkan sekolah jika bisa bekerjasama. Tapi, yayasan dianggap terlalu ikut campur cukup jauh. Apa yang dilakukan sekolah, selalu dianggap salah oleh yayasan. “Salah satunya itu yayasan selalu menggunakan konsultan untuk pengembangan madrasah,” ungkapnya.

Sehingga, masih kata dia, per­gerakan guru kurang bebas dan selalu diatur oleh yayasan. Padahal, para guru itu juga ingin memajukan madrasah. “Seharusnya, mereka (yayasan) tidak terus ikut campur dalam urusan madrasah, saya itu sudah sangat berjanggungjawab dan rela melepaskan jabatan jika melakukan kesalahan,” cetusnya.

SEPI: MTs Al Ishlah dengan gedung yang megah di Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, ini 14 gurunya telah mundur, kemarin (23/7).

SEPI: MTs Al Ishlah dengan gedung yang megah di Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, ini 14 gurunya telah mundur, kemarin (23/7). (BAGUS RIO/JPRG)

Para tenaga pengajar yang me­ng­un­durkan diri itu, terang dia, sudah tidak kuat menahan per­lakuan yayasan. Salah satunya, bila ada guru yang memberikan nilai jelek, yayasan mengancam kontrak kerja tidak akan diper­panjang. “Dengan ancaman itu, hati nurani guru berontak, me­reka melawan dan rela melepas jabatannya di madrasah terse­but,” ujarnya.

Ketua Yayasan Al Husniyyah Muncar, Joko Al Husniyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Eka Susianti saat dikonfirmasi mengatakan persoalan ini yang berwewenang memberikan jawaban ketua yayasan. Hanya saja, saat ini ketua yayasan sedang ada di luar. “Masih keluar orang­nya, mungkin besok bisa ketemu dan langsung konfirmasi,” kata Eka Susanti yang juga istri ketua Yayasan Al Husniyyah Muncar, Joko Al Husniyah.

Eka mengaku sedang sibuk dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sehingga, tidak bisa memberikan jawaban terkait mundurnya 14 guru termasuk kepala sekolah itu. “Saya masih sibuk, banyak orang yang me­nunggu saya,” katanya sambil mengambilkan buku tamu.

Eka yang mengaku sibuk itu, ter­nyata sedang melakukan wawancara pada calon tenaga pengajar yang baru. Dan minta Jawa Pos Radar Gen­teng untuk kembali hari ini. “Silahkan kembali besok pagi saja,” pinta menantu bos jamu Muncar, H Kusni itu.

(bw/rio/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia