Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

47 Wakil Rakyat Banyuwangi Daftar Caleg Lagi

19 Juli 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

NYALEG LAGI : Anggota DPRD Banyuwangi hasil pemilu 2014  mengikuti rapat paripurna dan pada Pemilu 2019 hampir 100 persen maju lagi sebagai caleg.

NYALEG LAGI : Anggota DPRD Banyuwangi hasil pemilu 2014 mengikuti rapat paripurna dan pada Pemilu 2019 hampir 100 persen maju lagi sebagai caleg. (JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI- Dua dari 50 anggota DPRD, tampaknya segera angkat koper sebelum periodenya habis dari gedung wakil rakyat. Dua anggota DPRD itu adalah Sri Utami Faktuningsih (Fraksi Demokrat) dan Ahmad Masrohan (Fraksi Hanura).

Keduanya segera angkat koper sebagai dampak dari keputusan politiknya menjelang Pemilu 2019. Sri Utama memutuskan tidak maju sebagai calon legislatif (caleg) Partai Demokrat (PD) dan menyatakan mundur sebagai anggota PD.

Keputusan mundurnya Sri Utami disampaikan Ketua DPC PD Michael Edi Hariyanto kemarin (18/7). Menurut Michael, Sri Utami tidak mencalonkan lagi sebagai caleg PD karena yang bersangkutan sudah membuat pernyataan mundur sebagai anggota Partai Demokrat.

Karena menyatakan mundur sebagai anggota Partai Demokrat, kata Michael, maka secara otomatis tidak bisa lagi menjadi caleg Partai Demokrat. ”Soal apakah yang bersangkutan maju lagi sebagai caleg dari partai lain, yang bersangkutan tidak pernah menyampaikan pada kita. Yang kita tahu, yang bersangkutan menyatakan mundur dari partai itu saja,” jelasnya.

Keputusan mundur Sri Utami selain berdampak pada pencalegan dari PD, juga akan berdampak pada posisinya sebagai anggota DPRD dari Fraksi Demokrat. Karena sudah menyatakan mundur dari keanggotaan PD, maka secara otomatis pula yang bersangkutan harus mundur dari anggota DPRD.

Tidak hanya Sri Utami, anggota Fraksi Partai Hanura Ahmad Masrohan akan bernasib sama. Sebab, pada Pemilu 2019, Masrohan tidak lagi tercatat sebagai caleg Partai Hanura melainkan loncat menjadi caleg Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Dalam daftar caleg yang diserahkan DPC PDIP, nama Masrohan tercatat sebagai caleg PDIP pada daerah pemilihan (dapil) V Banyuwangi. ”Dalam daftar caleg yang kita terima, Masrohan tercatat sebagai caleg PDIP dapil V pada nomor urut terakhir,” ungkap Komisioner KPU Suherman.

Karena yang bersangkutan maju sebagai caleg dari partai lain, maka sesuai ketentuan harus mundur sebagai anggota DPRD. ”Dalam pendaftaran sebagai caleg, yang harus menyertakan surat pernyataan mundur dari anggota DPRD,” tegas Suherman.

Ketua DPC Hanura Basuki Rahmat belum mengetahui kalau salah seorang anggotanya loncat ke partai lain. Karena belum mengetahui dan belum ada pemberitahuan pada partai, maka DPC Hanura masih mendaftarkan Masrohan sebagai caleg Partai Hanura pada pemilu 2019. ”Kita masukkan menjadi caleg karena ada surat pernyataan kesanggupan menjadi caleg kita,” tegas Basuki.

Basuki mengakui kalau Masrohan memang tidak menyetorkan berkas syarat administrasi caleg Partai Hanura. ”Acuan kita surat pernyataan itu, walau tidak ada berkasnya kita daftarkan karena pensyaratan bisa menyusul,” tambah Basuki.    

Sementara itu, tiga anggota DPRD dipastikan tidak maju lagi sebagai caleg tingkat kabupaten pada Pemilu 2019. Tiga wakil rakyat itu adalah, Eko Susilo Nurhidayat (Fraksi Gerindra), Ismoko (Fraksi Golkar), dan Wendrianto (Fraksi Demokrat).

Eko tidak maju sebagai caleg DPRD kabupaten karena mendapat tugas dari partainya sebagai caleg DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) IV Jatim meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. ”Semua anggota Fraksi Gerindra, maju lagi jadi caleg. Kecuali Mas Eko, jadi caleg DPR RI,” ungkap Ketua DPC Gerindra Naufal Badri.

Sedangkan Ismoko tidak nyaleg lagi di Banyuwangi karena menjadi caleg DPRD Jatim dari dapil IV Jatim. ”Keputusan DPP, semua anggota Fraksi Golkar harus mengamankan dapilnya masing-masing. Mas Ismoko dapat penugasan dari partai untuk jadi caleg DPRD Jatim,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Muhammad Sahlan.

Sedangkan Wendrianto tidak maju lagi sebagai caleg karena tidak mendapat persetujuan dari keluarganya. Karena tidak mendapat izin keluarga, maka politisi yang akrab disapa Wewe itu memutuskan untuk pensiun dari gedung DPRD. ”Pak Wendrianto tidak kita ajukan sebagai caleg karena tidak dapat izin dari istrinya,” kata Michael.

Untuk tiga anggota Fraksi Demokrat tetap maju sebagai caleg lagi di dapil-nya masing-masing. Tiga anggota FD itu adalah Handoko (dapil II Banyuwangi), Gunawan Satria Pratama (dapil V Banyuwangi), dan Yusieni (dapil IV).

Sementara untuk 10 anggota Fraksi PDIP, seluruhnya maju lagi sebagai caleg di dapilnya masing-masing. 10 wakil rakyat dari PDIP adalah Made Cahyana Negara (dapil I), H Sugirah (dapil IV), Salimi (dapil II), Irianto (dapil II), Made Swastiko (dapil III), Hery Sugiarto (dapil III), dan Eko Haryono (dapil IV).

Selain itu, ada Heksa Sudarmaji (dapil I), Sugeng Munarso (dapil V), dan Fecky Septalinda (dapil V). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mempertahankan anggota fraksinya sebagai caleg untuk mempertahankan dan menambah kursi DPRD.

HM Joni Subagio dan Muhammad Ali Mahrus maju lagi sebagai caleg dari dapil II Banyuwangi. Anggota fraksinya lainnya ada Siti Mafruchatin Nikmah dan Ahmad Taufiq  (dapil I), Mariatul Qibtiyah (dapil III), A. Munib Syafaat dan H Susianto (dapil IV), Khusnan Abadi dan Atiqah (dapil V), dan Inayanti Kusumarsari (dapil III). (afi)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia