Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Harga Telur Mulai Turun

Rabu, 18 Jul 2018 19:30 | editor : Bayu Saksono

JUAL: Maisaroh menjual telur ayam di Pasar Genteng II, Kecamatan Genteng, kemarin (17/7).

JUAL: Maisaroh menjual telur ayam di Pasar Genteng II, Kecamatan Genteng, kemarin (17/7). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

GENTENG – Harga telur ayam ras di pasar tradisional kini sudah mulai berangsur turun. Jika awal pekan lalu harganya sempat bertengger Rp 26 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 23 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang telur di Pasar Genteng II Desa Genteng Ku­lon, Kecamatan Genteng, Mai­saroh, 40, pedagang di Pasar Gen­teng II mengatakan, harga telur di tingkat peternak menurun se­iring permintaan masyarakat yang menurun. Dua pecan lalu harga telur naik karena permintaan tinggi dan stok terbatas. “Sekarang harganya sudah turun,” katanya.

Maesaroh menyebut saat ini konsumsi telur di masyarakat me­nurun, dan itu berdampak pada har­ga. Diprediksi, harga telur akan terus turun. “Kalau per­mintaan telur sepi, harga ba­kalan turun, sekarang sepi,” cetusnya.

Naiknya harga telur dua pekan lalu itu sangat memberatkan kon­sumen. Mereka bingung dengan harga telur di pasar yang cenderung tidak stabil. Beberapa pembeli juga beranggapan jika pemerintah tidak serius menanggapi masalah tersebut. “Saya mengurangi pem­belian telur ayam,” cetus Hartini, 42, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Hartini menyebut harga telur cenderung tidak stabil dan itu berpengaruh terhadap uang belanja. Biasanya, ia membeli telur ayam satu kilo untuk dikon­sumsi di rumah. Sejak harganya tidak stabil, kini hanya membeli telur ayam sebanyak seperempat kilogram. “Mau bagai­mana lagi, harganya tidak tentu,” katanya.

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia