Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Kreativitas Tim Agro Expo Sulap Area Pertanian Jadi Destinasi Wisata

Ganyong Pun Jadi Spot Foto Menawan

17 Juli 2018, 19: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

INDAH: Pelajar berfoto di antara tanaman ganyong dan ketela rambat di area Banyuwangi Agro Expo, Senin (16/7).

INDAH: Pelajar berfoto di antara tanaman ganyong dan ketela rambat di area Banyuwangi Agro Expo, Senin (16/7). (Sigit Hariyadi/RaBa)

Begitu indah. Wajar jika pengunjung Banyuwangi Agro Expo (BAE) 2018 terkesima. Bukan hanya itu, ada banyak sisi positif yang bisa dipelajari dan diterapkan di rumah.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

“BAYANGKAN jika seluruh desa di Banyuwangi punya sentra pertanian seperti area BAE ini. Maka seluruh desa tersebut akan menjadi jujugan wisatawan. Dampaknya, pertanian akan memiliki nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” begitu kata event organizer BAE, Eko Mulyanto kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin siang (16/7).

Ya, sejak dibuka untuk umum pada Sabtu lalu (14/7), pengujung BAE selalu membeludak. Bukan hanya kalangan umum, pelajar hingga mahasiswa pun berbondong-bondong datang lokasi BAE, tepatnya di jalan Brawijaya, tidak jauh dari kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Banyuwangi tersebut.

Mengangkat tema besar “Kampung Wong Tani”, agro expo tersebut tak ubahnya etalase seluruh produk pertanian Bumi Blambangan. Ada aneka buah eksotis, beragam tanaman bunga, padi hitam, dan lain sebagainya.

Yang menarik, tanaman-tanaman yang lazim dijumpai di desa-desa atau wilayah perkebunan, seperti bentul alias mbote, ganyong, sabrang alias ketela rambat, suweg, talas, dan garut, juga bisa dijumpai di lokasi tersebut. Bedanya, penataan tanaman di BAE sangat bagus. Di antara masing-masing jenis tanaman, diselingi tanaman bunga jenis Refugia.

Jadinya, meski yang ditanam adalah tanaman ndeso, lokasi itu sangat cocok untuk dijadikan spot swafoto. Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan kenangan mereka saat berada di area tanaman ganyong dan sebagainya itu ke dalam foto.

Belakangan diketahui, bunga refugia tersebut bukan sekadar berfungsi sebagai hiasan. Lebih dari itu, tanaman bunga tersebut juga berperan sebagai “magnet” yang mengundang musuh alami hama tanaman, seperti kumbang dan lebah. Kumbang dan lebah akan memakan hama maupun telur hama. Ini bisa dipraktikkan oleh para petani di Banyuwangi.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga bisa ditiru. Misalnya praktik optimalisasi ruang pertanian. Di BAE 2018 terdapat area tanaman buah, yakni jeruk yang di atasnya ditanami aneka sayuran dan bumbu masakan, seperti sawi, bawang merah, dan lain-lain. Sawi dan bawang merah itu di tanam di media tanah yang diwadahi botol bekas kemasan air mineral. Botol itu lantas digantung di di atas tanaman jeruk dengan menggunakan tiang bambu.

Belum cukup, ada pemandangan lain yang tak kalah indah dan sangat mudah diterapkan oleh warga. Yakni tanaman sayur yang ditanam secara vertikal dengan memanfaatkan pipa paralon. Metode tanam seperti ini bisa diterapkan oleh masyarakat di ruang yang sempit, termasuk di halaman rumah. “Kalau ingin lebih tahan lama, cara panen sayurnya jangan dijebol. Kalau mau dimasak, ambil saja daun yang cukup tua, sehingga tanaman ini masih bisa kembali dipanen tanpa harus menanam yang baru,” kata lelaki yang karib disapa Yayan tersebut.

Yayan menambahkan, selain dimaksudkan sebagai media pamer atau etalase pertanian Banyuwangi, BAE juga bertujuan mengedukasi masyarakat. Karena itu, tanaman maupun desain BAE dibuat sedemikian rupa, sehingga mudah diterapkan oleh masyarakat.

Contohnya area tanaman yang dikelilingi kolam ikan. Kolam tersebut dibuat tanpa menggunakan semen. Selain itu, berbagai jenis tanaman yang ditanam di area BAE, termasuk tanaman bunga, adalah tanaman yang bisa didapat dengan mudah dan murah. “Jadi, harapannya, ini bisa diterapkan di desa-desa di Banyuwangi,” cetus Yayan.

Yayan menambahkan, luas area BAE “hanya” sekitar dua hektare (Ha). Namun, karena penataan tanaman dilakukan dengan baik, ribuan pengunjung mendatangi lokasi tersebut. “Kalau ini diterapkan di desa-desa se-Banyuwangi, maka desa-desa tersebut bisa menjadi destinasi wisata. Dampak positifnyanya akan dinikmati masyarakat setempat,” kata dia.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kelurahan Sobo, Ilmiatus, mengatakan tidak sedikit tanaman yang ada di area Agro Expo dapat dengan mudah dijumpai di kampung-kampung di Banyuwangi, seperti sabrang dan bentul. “Bedanya, di BAE ini penataannya sangat baik. Sehingga sangat cocok untuk lokasi foto-foto,” ujar siswa kelas 11 SMKN 1 Banyuwangi tersebut.

Agnesa Aprilia, pengunjung yang lain menuturkan, dengan mendatangi BAE, dirinya bisa lebih tahu tentang kekayaan dan potensi pertanian di Banyuwangi. “Rugi kalau tidak mampir ke sini,” pungkasnya. (bay)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia