Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Events
Show Banyuwangi Fashion Festival (BFF) 2018

Destinasi Wisata dalam Balutan Adibusana

Senin, 16 Jul 2018 15:33 | editor : AF. Ichsan Rasyid

BUSANA KERJA : Peserta lomba busana kerja dari utusan koperasi Banyuwangi tampil menyajikan yang terbaik.

BUSANA KERJA : Peserta lomba busana kerja dari utusan koperasi Banyuwangi tampil menyajikan yang terbaik. (ZULFAN FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI – Penonton terhenyak. Takjub. Keindahan destinasi wisata Banyuwangi terhampar begitu nyata di hadapan mereka, tepatnya di atas catwalk Banyuwangi Fashion Festival (BFF) 2018 sore kemarin (15/7). Tepuk tangan pun berkali-kali bergemuruh.

Gairah dan semangat melingkupi lokasi pertunjukan, yakni Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan. Meski mendung pekat menggelayut di langit Kota Banyuwangi, penonton tak beringsut. Mereka menyaksikan sajian berkelas tersebut hingga tuntas.

Pada puncak gelaran BFF kali ini, penonton seolah diajak menjelajah berbagai destinasi wisata Bumi Blambangan. Mulai Teluk Hijau, Gunung Kawah Ijen, Pantai Boom, Pulau Merah, dan lain sebagainya.

BUSANA MUSLIM :  Salah seorang model menggunakan busana muslim karya Sanet Sabintang.

BUSANA MUSLIM : Salah seorang model menggunakan busana muslim karya Sanet Sabintang.

Tengok saja adibusana karya Sanet Sabintang. Selain indah, melalui busana hasil karyanya yang bertema Pulau Merah, desainer top Banyuwangi ini mampu menggiring imajinasi penonton menuju destinasi wisata yang juga dikenal dengan sebutan Red Island tersebut.

Pun demikian dengan Eko Purwanto. Busana karya desainer muda Bumi Blambangan ini mengangkat tema Teluk Hijau. Ada pula desainer yang mengeksplorasi keindahan Gunung Ijen. Adalah Amuza, desainer yang satu ini menyuguhkan adibusana bertema Gunung Ijen lengkap dengan api biru (blue flame)-nya yang menawan.

Bukan itu saja, desainer-desainer muda Banyuwangi juga mengeksplorasi beragam destinasi wisata yang lain, mulai Wedi Ireng, Djawatan, hingga Desa Gintangan yang terkenal dengan kerajinan anyaman bambu.

Sementara itu, puncak show BFF kali ini diawali dengan penampilan lima pasang finalis peserta fashion show bertema busana kerja yang digelar sehari sebelumnya. Para model fashion show busana kerja tersebut merupakan pegawai koperasi se-Banyuwangi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop-UM) Banyuwangi Alief Rachman Kartiono mengatakan, BFF diselenggarakan untuk memberikan wadah kalangan desainer dan model Banyuwangi. “Selain itu, melalui ajang ini diharapkan muncul bibit-bibit baru di bidang fashion desainer,” ujarnya.

Alief menuturkan, BFF tahun ini sengaja mengangkat tema destinasi wisata Banyuwangi. Dengan demikian, ajang ini juga bisa menjadi media promosi pariwisata kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. “Penonton diajak menikmati dua keindahan sekaligus, yakni keindahan busana dan keindahan destinasi wisata Banyuwangi,” kata dia.

Alief menambahkan, dalam rangkaian BFF kali ini pihaknya juga menyelenggarakan lomba fashion busana kerja. Lomba ini diikuti gerakan koperasi di seantero Banyuwangi. “Harapannya, begitu ajang ini selesai, busana yang ditampilkan bisa diaplikasikan di masing-masing koperasi,” pungkasnya. (sgt)

OBJEK WISATA : Salah seorang model menggunakan fashion yang menggambarkan destinasi wisata Wedi Ireng.

OBJEK WISATA : Salah seorang model menggunakan fashion yang menggambarkan destinasi wisata Wedi Ireng.

BINTANG TAMU  : Persenter Kevin, menjadi bintang tamu juga ikut tampil menggunakan adibusana karya Sanet Sabintang.

BINTANG TAMU : Persenter Kevin, menjadi bintang tamu juga ikut tampil menggunakan adibusana karya Sanet Sabintang.

WISATA IJEN : Pesono Gunung Ijen ikut tampil pada malam BFF 2018 kemarin.

WISATA IJEN : Pesono Gunung Ijen ikut tampil pada malam BFF 2018 kemarin.

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia