Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Dipicu Cuaca, Harga Bibit Cabai di Banyuwangi Merangkak Naik

Minggu, 15 Jul 2018 22:50 | editor : Ali Sodiqin

MEMILAH: Mulyono membeli bibit cabai di Desa/Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, kemarin.

MEMILAH: Mulyono membeli bibit cabai di Desa/Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, kemarin. (Krida Herbayu/RaBa)

BANGOREJO – Harga cabai rawit yang kini kian meroket, juga berdampak pada harga bibitnya. Banyaknya permintaan dari petani, membuat para pembudi daya bibit cabai ini sampai kewalahan melayani pesanan.

Salah satu pelaku bisnis budi daya bibit cabai asal Desa/Kecamatan Bangorejo, Susiani, 35, mengatakan, saat ini harga cabai rawit sedang tinggi. Dan itu, membuat banyak petani ingin menanam cabai. Bibit cabai yang dijual mulai laris sejak awal Juni. ”Banyak petani yang mencari benih cabai untuk ditanam di sawahnya. Mereka sengaja menanam cabai saat harga cabai tinggi,” ujarnya.

Untuk harga bibit cabai, satu bibit yang ditaruh dalam polybag dibanderol dengan harga Rp 150. Sedangkan untuk harga per seribu bibit cabai, dijual dengan harga Rp 130 ribu. Sebelumnya, harga bibit cabai itu hanya Rp 100 ribu untuk seribu bibit. ”Karena harga cabai yang semakin meroket, harga bibit cabai juga ikut naik,” katanya.

Jika sedang ramai seperti ini, keuntungan yang didapat dari menjual bibit cabai itu berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan. ”Saat ini banyak petani yang berasal dari Kecamatan Bangorejo yang menanam cabai, harga jeruk sekarang sedang anjlok,” ungkapnya.

Sementara itu, Mulyono, 55, petani asal Dusun Gunungsari, Desa/Kecamatan Bangorejo mengaku, tanaman cabai di sawah miliknya semakin sedikit. Kebanyakan para petani menanam buah naga dan jeruk. Oleh karena itu, dirinya berinisiatif menanam cabai rawit. Apalagi, saat ini harga cabai masih tinggi. ”Harga bibitnya naik. Tapi tidak apa-apa, naiknya juga tidak terlalu tinggi. Saya membeli bibit sebanyak 1.000 polybag untuk ditanam di lahan bekas tanaman semangka,” ujarnya.

Menurut Mulyono, bertanam cabai perlu mengetahui siklus yang tepat. Sehingga, ketika masa panen tiba bertepatan dengan harga jual yang tinggi. Waktu yang tepat untuk menanam cabai rawit itu pada April, Juli, dan Agustus. Karena masa panen jatuh pada Desember dan Januari, dan biasanya harga cabai rawit mencapai puncak. ”Usia tanaman cabai itu rata-rata sekitar enam hingga delapan bulan, dengan masa panen awal tiga bulan,” terangnya.

Faktor cuaca menjadi kendala tersendiri bagi para petani. Cuaca yang ekstrem dan sering berubah, itu terjadi pada akhir tahun. Pengaruh cuaca tersebut, terkadang membuat petani enggan menanam cabai hingga membuat produktivitas petani sering menurun drastis. ”Cuaca menjadi kendala khusus selain hama. Apalagi hujan malam, biasanya membuat cabai pada rontok semua,” pungkasnya.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia