Jumat, 19 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Budidaya Jamur Tiram Beromzet Tinggi

Sabtu, 14 Jul 2018 19:15 | editor : Bayu Saksono

PETIK: Salah seorang pegawai budidaya jamur memilih jamur siap jual di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kemarin (13/7).

PETIK: Salah seorang pegawai budidaya jamur memilih jamur siap jual di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kemarin (13/7). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

GENTENG – Budidaya jamur tiram, kini cukup menjanjikan. Saat ini, permintaan jamur jenis ini sangat tinggi di pasaran. Selain itu, harganya juga relatif aman.

Salah satu pembudidaya jamur tiram, Agus Sugiono, 45, warga Dusun Kaliwadung, Desa Kaligondo, Kecamatana Genteng, mengungkapkan saat ini permintaan jamur di Kota Gandrung sangat tinggi. “Harganya juga stabil,” katanya.

Sugiono mengaku sudah lima tahun menekuni usaha budidaya jamur tiram. Selama ini, harganya juga stabil, yakni Rp 20 ribu per kilogram. “Potensi budidaya jamur tiram ini masih tinggi,” ujarnya.

Menurut Sugiono, setiap hari bisa panen sekitar 30 kilogram sampai 40 kilogram jamur tiram. Jika dihitung dengan harga jua yang mencapai Rp 20 ribu per kilogram, maka omzet setiap kali panen berkisar Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu.

“Budidaya jamur tiram itu gam­pang-gampang susah, terutama pada media tanam (baglock) jamur itu sendiri,” jelasnya.

Sejak awal menekuni usaha bu­didaya jamur tiram, maish kata dia, dirinya selalu membeli baglock dari Kabupaten Malang, itu karena baglock Banyuwangi kadar produktivitasnya masih kecil, atau jauh dari permintaan akan jamur. “Saya pesan dari Malang,” ungkapnya.

Lima tahun menekuni usaha jamur tiram ini, Sugiono dibantu empat orang karyawan. Para karyawan itu yang rajin merawat dan menyiram baglock. Dalam kurun waktu lima bulan, satu baglock mampu memproduksi jamur empat kali. “Selain menjual jamur tiram, saya juga menjual bibit jamur yang siap produksi,” ungkapnya.

Selama menjalankan usaha ini, dia mengaku tidak ada kendala. Untuk pemasaran juga terbilang lancar, karena selama ini menyu­plai jamur ke Bali dan harganya juga stabil. “Di Banyuwangi juga membutuhkan banyak suplai jamur, permintaan jamur tergo­long masih tinggi untuk wilayah Banyuwangi sendiri,” pungkasanya.

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia