Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

BEC 2018 Mengusung Tema Puter Kayun

Kamis, 12 Jul 2018 09:15 | editor : Bayu Saksono

Yanuarto Bramuda

Yanuarto Bramuda

BANYUWANGI - Persiapan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2018 semakin digenjot. Event yang mengusung kekayaan kultur Banyuwangi ini akan digelar Minggu (29/7) mendatang. Pada edisi ke-8 kali ini, BEC digadang-gadang mampu menyuguhkan sajian yang lebih berwarna dibanding edisi terdahulu.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, saat ini persiapan peserta dalam tahap latihan bersama di Gesibu Blambangan. Dalam beberapa hari ke depan latihan bersama ini akan digelar dengan tujuan untuk menyempurnakan penampilan talent-talent.

Ejeg

Ejeg

Bramuda menjelaskan, BEC tahun 2018 ini mengusung tema ”Puter Kayun”, ada 10 subtema yang diusung. Yaitu Ejeg (kusir), Dongkar, Jaran (kuda), Gedogan (Garasi Kuda), Buyut Jaksa, Segoro Watudodol, Tapekong (ondel-ondel), Kupat Lepet, Gaman (Senjata Buyut Jaksa), dan Oncor-oncoran (BEC Cilik).

”Jika pada tahun sebelumnya hanya ada 3 subtema, seperti Sritanjung, Sidopekso, dan Sulahadikromo juga Belerang, Blue Fire, Landscape, maka BEC 2018 ini mengambil 10 subtema dari Puter Kayun. Sehingga pasti suguhannya lebih variatif,” kata Bramuda.

Segoro Watudodol

Segoro Watudodol

Dikatakan, beberapa warna baru akan mewarnai BEC tahun ini. Selain jumlah subtema yang semakin banyak, panggung yang biasanya hanya didirikan di lokasi start juga akan diperbanyak.

”Akan ada beberapa stage di rute yang dilalui peserta. Stage utama di lokasi start, yakni di depan SDN Kepatihan. Lalu ada stage di Pasar Banyuwangi, di depan Mal Pelayanan Publik (MPP), serta di beberapa titik yang lain. Para talent akan perform di masing-masing stage. Finis BEC tahun ini di Stadion Diponegoro,” pungkasnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia