Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Suhu Tembus 7 Derajat, Ijen Tetap Ramai

Selasa, 10 Jul 2018 18:30 | editor : Bayu Saksono

ANGIN KENCANG: Wisatawan tetap ramai menikmati pemandangan di Puncak Kawah Ijen meskipun angin kencang dan cuaca dingin.

ANGIN KENCANG: Wisatawan tetap ramai menikmati pemandangan di Puncak Kawah Ijen meskipun angin kencang dan cuaca dingin. (MUSTIKA WIDYAWATI FOR RABA)

LICIN – Fenomena suhu dingin yang melanda hampir seluruh Indonesia juga mulai menyerang Banyuwangi. Tak terkecuali kawasan Tempat Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. BKSDA menye­butkan, suhu di kawan tersebut sempat mencapai suhu 7 derajat Celsius.

Kepala BKSDA Wil V Jatim Sumpena me­ngatakan, dalam seminggu terakhir suhu terdingin di Kawah Ijen mencapai 8 hingga 7 derajat Celsius. Padahal, sebe­lumnya suhu terdingin di sana men­capai 10 derajat Celsius dengan suhu rata-rata sekitar 16 derajat Celsius. Dengan penurunan suhu ini, menurutnya BKSDA hanya bisa melakukan imbauan agar para pendaki maupun pengunjung bisa menggunakan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi suhu.

Namun, walaupun kondisi cukup dingin, sumpena mengatakan jika para pe­ngunjung tetap stabil. Di hari-hari weekend seperti Sabtu dan Minggu, rata-rata pengunjung ke TWA mencapai 1.000-an orang. Sedangkan di hari-hari biasa jumlah pengunjung mencapai 200 sampai 300 orang.

”Kita hanya bisa memberikan imbauan saja kepada para pengunjung. Kondisi memang sangat dingin tapi semuanya masih stabil,” tegasnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Haryo mengatakan, dalam bulan Juli hingga Agustus kondisi cuaca di Banyuwangi berada di kisaran 23 sampai 31 derajat Celsius. Selain karena memang berada dalam tren cuaca dingin, kondisi angin timur dari Australia yang berdampak kepada nyaris semua wilayah di Indonesia turut memengaruhi dinginnya cuaca di Ba­nyuwangi.

”Angin kering yang berasal dari Australia ini membuat panas bumi menjadi mudah terlepas. Sehingga suhu dingin yang terasa. Puncaknya nanti di bulan Agustus dan September,” imbuh Ibnu.

Sedangkan untuk kawasan TWA Ijen, Ibnu menambahkan, suhu rata-rata di siang hari bisa mencapai 14 derajat Celsius. Sedangkan untuk malam hari kondisi suhu rata-rata 12 derajat Celsius.

Meski kondisi Ijen cukup dingin, Insta salah seorang pengunjung yang diwa­wancarai JP RaBa mengaku tidak mem­per­masalahkannya. Pengunjung yang sudah tiga kali mendaki Kawah Ijen itu mengaku pernah mengalami kon­disi Ijen yang jauh lebih dingin.

”Ini masih bisa ditahan dinginya, saya dulu pernah ke Ijen malam hari suhunya sekitar 5 derajat Celsius, tapi masih tetap kuat. Yang penting jaketnya tebal dan jangan lupa kaus tangan, kaus kaki, dan penutup kepala,” ujar wanita asal Singojuruh itu.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia