Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Bahan Bakar Minyak Khusus Naik, Ini Dampaknya Terhadap Harga-harga...

Rabu, 04 Jul 2018 18:45 | editor : Ali Sodiqin

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.RaBa)

BANYUWANGI – Pasca-kenaikan harga bahan bakar khusus (BBK) yang terjadi Minggu lalu (1/7) sepertinya akan berimbas pada kenaikan barang-barang lainnya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi memprediksi dalam seminggu ke depan akan terjadi kenaikan beberapa harga barang termasuk bahan pokok.

Kepala Disperindag Banyuwangi Ketut Kencana mengatakan, hingga kemarin (7/2) belum ada kenaikan harga barang pokok yang diterimanya. Meski begitu, bukan berarti tidak akan ada kenaikan sama sekali. Ketut menjelaskan, umumnya harga barang yang menggunakan jasa pengiriman akan ikut terkerek naik begitu harga BBM naik.

Untuk barang pokok, Ketut memprediksi beberapa kebutuhan seperti kentang dan bawang kemungkinan akan segera naik. Karena barang-barang tersebut diperoleh dari pengiriman luar kota. ”Kalau seperti beras dan telur mungkin sementara masih aman. Karena bahan-bahan ini ada di Banyuwangi. Kita tidak mengambil dari kota lain,” terangnya.

Rencananya, hari ini (3/7) Ketut akan melakukan pengecekan di beberapa pasar di daerah selatan. Pengecekan dimulai dari Pasar Benculuk untuk memastikan bagaimana kondisi harga-harga barang. ”Kenaikan pasti ada. Cuma item per item-nya kita belum tahu. Karena itu, rencananya besok (hari ini) akan kita lihat perkembangan di pasar-pasar,” tegasnya.

Jawa Pos Radar Banyuwangi melakukan investigasi di lapangan terkait dampak kenaikan harga barang usai naiknya harga BBK. Salah satu pemilik toko material di Jalan Brawijaya, Muhamad mengatakan, sementara ini harga bahan bangunan masih stabil. Karena sebagian masih stok barang dari sebelum kenaikan BBK.

Sudah ada beberapa jenis barang bangunan yang menurutnya sudah naik, seperti harga engsel dan gerendel. ”Harga ekspedisi naik. Yang biasanya ongkosnya Rp 5.000 per koli sekarang jadi Rp 8.000. Akhirnya saya juga harus menaikkan harga barangnya. Untuk engsel saya naikan Rp 500 per item. Kalau harga yang lainnya belum, karena saya belum belanja. Mungkin nanti yang paling cepat harga cat,” ungkap Muhamad.

Di salah satu toko peralatan pertanian yang ada di Kelurahan Mojopanggung, kenaikan harga barang juga masih belum diterapkan. Namun, kata Ririn si pemilik toko, harga beberapa jenis obat tanaman sudah dikabarkan naik. Hanya saja Ririn belum berani menaikkan harga barang-barang tersebut. Dia memilih untuk menghabiskan stok barang yang ada sebelum mengambil barang dengan harga baru.

”Saya sudah dikabari harganya naik, jenis obat-obat tanaman. Naiknya lumayan, bisa sampai Rp 10 ribu tiap item. Kalau pupuk saya rasa akan tetap, tidak bisa sembarangan menaikkan. Cuma nanti ekspedisinya saja yang biasanya terlambat,” jelas Ririn.

Sedangkan di salah satu toko sembako di Jalan HOS Cokroaminoto, sementara harga-harga juga masih terpantau stabil. Rahmah, pemilik toko menjelaskan jika harga beras, gula, dan telur masih stabil. Beras premium masih di kisaran harga Rp 57 ribu sampai Rp 59 ribu untuk yang kemasan 5 kilogram.

Kemudian gula masih di harga Rp 11.500 per kilogram dan telur masih di harga Rp 23 ribu. ”Kalau barang pokok biasanya patokannya beras. Setelah beras naik, biasanya semua naik. Biasanya kalau setelah BBM naik sehari setelahnya sudah ada kenaikan, tapi sementara ini belum,” tegasnya.

Terkait kenaikan tersebut Humas PLN Banyuwangi Didik Hendro Utomo mengatakan, tarif dasar listrik juga belum mengalami kenaikan. Jika mengacu kepada komitmen pemerintah, Didik memastikan hingga tahun depan tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan. ”Kenaikan di PLN biasanya terkait inflasi, kurs dolar, dan harga BBM. Tapi kembali lagi kita juga mengacu kepada kebijakan pemerintah, janjinya sampai tahun depan tarif tidak naik,” tandasnya.

Humas Pertamina Mor V Jatim Rifky Bengky mengatakan, semua kebijakan penyesuaian subsidi berasal dari pusat. Berdasarkan press release VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dilakukan karena dampak dari meningkatnya harga minyak dunia.

Penyesuaian ini mengacu kepada Permen ESDM No 34 Tahun 2018 tentang perubahan kelima atas peraturan Permen ESDM No 39 Tahun 2014 tentang Harga Jual Ecer BBM. ”Bahan baku BBM adalah minyak mentah. Tentunya ketika harga minyak dunia naik, akan diikuti kenaikan harga BBM,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar khusus (BBK) jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Kenaikan berlaku sejak pukul 00.00, Minggu dini hari (1/7). Kenaikan tersebut tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Mereka baru tahu ada kenaikan ketika sedang membeli bahan bakar minyak di SPBU.

Pembeli banyak yang terkejut karena kenaikannya cukup tinggi untuk harga Pertamax. 

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah SPBU di wilayah Banyuwangi sudah mulai menerapkan harga baru tersebut sejak Minggu dini hari.

Dari kenaikan tersebut, Pertamax yang sebelumnya seharga Rp 8.900 per liter menjadi Rp 9.500. Kemudian Pertamax Turbo dari harga Rp 10.150 menjadi Rp 10.700. Selanjutnya BBK jenis Dexlite mendapatkan kenaikan paling tinggi dari harga Rp 8.100 per liter menjadi Rp 9.000. Terakhir BBK jenis Pertamina Dex naik dari harga Rp 10.100 menjadi Rp 10.500.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia