Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Raja Sengon Diperiksa Polisi

Gara-gara Guyonan di Medsos Jadi Viral

Selasa, 03 Jul 2018 09:30 | editor : Bayu Saksono

BIKIN HEBOH: Wahyu Widodo alias Raja Sengon.

BIKIN HEBOH: Wahyu Widodo alias Raja Sengon. (DOK. RABA)

BANYUWANGI – Dunia maya dihebohkan oleh seorang pria tajir. Namanya Wahyu Widodo atau akrab dijuluki Wahyu Raja Sengon. Dia membuat heboh lewat pernyataannya di media sosial jika mampu menaklukkan seluruh wanita di negeri ini.

Suami dari anggota DPRD Sri Utami Faktuningsih asal Muncar tersebut mengaku punya jurus jitu menaklukkan wanita, terutama purel pemandu karaoke. ”Saya sudah menaklukkan wanita se-Nu­santara. Saya punya jurus jitu untuk menaklukkan purel (pe­mandu lagu karaoke),” ujar Wahyu Widodo dalam video yang viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1,36 menit itu, lelaki warga Dusun Kra­jan, RT 04 RW 01, Desa Ke­dungrejo, Kecamatan Muncar itu juga disebut sebagai Raja Sawer dan memiliki uang berlimpah. ”Uang saya nggak bisa habis. Tiap hari, 16 kontainer tiap hari datang. Kalau datang ya dikawal tuit tuit terus,” jelas Wahyu dalam video yang diunggah di media sosial tersebut.

Mendapati video viralnya dengan uang melimpah tersebut, aparat kepolisian langsung mengambil langkah antisipasi dengan mem­buru suami dari anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman membe­narkan jika dia telah memerin­tahkan anggotanya untuk mem­buru Wahyu si Raja Sengon untuk mengklarifikasi kebenaran video yang viral tersebut. ”Jika hal itu benar, maka tentu saja akan me­nimbulkan keresahan dan pera­saan tidak nyaman di masya­rakat. Karena menyimpan uang sebanyak itu bisa memancing tim­bulnya kejahatan dan mengancam kese­la­matan yang bersangkutan,” jelas Kapolres.

Dari hasil laporan anggotanya, bahwa yang bersangkutan menga­kui membuat video tersebut lebih kurang empat bulan lalu dengan tujuan candaan dan dipergunakan untuk konsumsi WhatsApp grup komunitas Partai Berkarya. Video itu dibuat di rumahnya di Perum Sutri, dan yang bertugas mengam­bil gambar video adalah adiknya yang bernama Feri, 30, salah seorang PNS di Banyuwangi.

Selanjutnya, video itu diunggah ke YouTube oleh Islam Peace 212 dengan dilakukan tambahan edi­ting gambar yang bukan hasil pengambilan gambar Wahyu Raja Sengon. Sehingga tampak se­demi­kian rupa sesuai dengan keinginan si pengunggah. Video hasil syuting yang diunggah ke YouTube ter­sebut tanpa sepe­ngetahuan yang bersangkutan. Dalam video mem­perlihatkan tum­pukan uang yang dijaga be­berapa satpam di atas mo­bil bukanlah video milik­nya.

”Jadi, video tersebut direkam meng­gunakan iPhone 6 kira-kira pada bulan Ramadan 2018 lalu dan iPhone tersebut telah dijual dan tidak benar jika mempunyai uang sebanyak itu. Apalagi sampai 16 kontainer itu tidak benar,” terang Kapolres.

(bw/ddy/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia