Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Lifestyle

Banyuwangi Tembus Layar Lebar, Bupati Anas Nobar Film Kulari ke Pantai

01 Juli 2018, 18: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BIRU: Suasana syuting film Kulari ke Pantai garapan Riri Riza dan Mira Lesmana di Pantai Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, April 2018 lalu.

BIRU: Suasana syuting film Kulari ke Pantai garapan Riri Riza dan Mira Lesmana di Pantai Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, April 2018 lalu. (MILES FILMS FOR RABA)

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas bersama istri dan putra mereka, Azka, nonton bareng (nobar) film Kulari ke Pantai bersama segenap jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Banyuwangi kemarin (30/6). Film garapan Riri Riza dan Mira Lesmana ini menjadikan Bumi Blambangan sebagai salah satu lokasi syuting film tersebut.

Film Kulari Ke Pantai mengisahkan perjalanan tiga tokoh utama, yakni Maisha Kanna (sebagai Samudra alias Sam) dan Lil'li Latisha (Happy) bersama Marsha Timothy (Uci) menuju G-Land alias Pantai Plengkung. Mereka melakukan perjalanan dari Jakarta ke Banyuwangi melalui perjalanan darat sepanjang 1.025 kilometer. Sepanjang jalan banyak kisah dan kejadian yang menyelipkan banyak pesan moral bagi penonton, khususnya anak-anak.

Anas mengatakan, film ini memberikan alternatif kisah yang menarik dan sarat pesan positif buat anak-anak. ”Kami juga sangat mengapresiasi film ini yang mengambil lokasi syuting di Banyuwangi. Ini menjadi sarana promosi bagi daerah. Kami berterima kasih pada kru film yang telah memilih Banyuwangi,” ujarnya usai nonton bareng.

Dalam film tersebut, para tokoh utama film digambarkan memasuki wilayah Banyuwangi melalui Hutan Baluran. Mereka disambut Patung Gandrung yang menjadi ikon Banyuwangi saat melewati Pantai Watudodol. Kisah di Banyuwangi juga berlangsung di RSUD Banyuwangi, Taman Sritanjung, Hotel Blambangan, Pasar Banyuwangi, dan Taman Nasional Alas Purwo di mana Pantai Grajagan (G-Land) berada di dalamnya.

Anas menuturkan, sang sutradara film, Riri Riza, telah menyampaikan akan mengajak para sineas untuk datang ke Banyuwangi. Sebab, Banyuwangi sangat nyaman dan akses menuju kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini juga mudah. ”Kami berharap Banyuwangi bisa menjadi tempat lokasi syuting bagi film-film nasional selanjutnya. Pemerintah daerah menyambut baik dan pasti akan memberikan dukungannya,” kata dia.

Sebelumnya, saat melakukan syuting film Kulari ke Pantai beberapa waktu lalu, produser Mira Lesmana menuturkan, Banyuwangi menjadi pilihan destinasi karena tokoh Sam ingin menemui surfer idolanya di Pantai G-Land. G-Land adalah salah satu pantai dengan ombak tertinggi di dunia, sehingga menjadi incaran para peselancar ternama. ”Sebelum menjatuhkan pilihan ke Banyuwangi, saya dan Riri dua kali datang riset lokasi di Banyuwangi. Lokasinya bagus-bagus, saya sampai bingung,” ujar Mira.

Menurut Mira, pemain dan kru film menikmati syuting di Banyuwangi.  Mira berharap ada kesempatan lagi membuat film di Banyuwangi karena masih banyak pilihan tempat serta keunikan budaya yang menarik untuk digali. ”Semua merasa nyaman bekerja di daerah yang bersih, bersahabat, dan ditambah lagi makanan khas lezat, juga kopi yang enak sekali,” kata Mira.

Film Kulari ke Pantai adalah film anak dengan pesan edukasi yang mulai tayang 28 Juni. Film ini melanjutkan tradisi duet Mira dan Riri yang dikenal sukses melahirkan film anak legendaris, seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia