Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Opini Sabtu

Media dan Internet, Tantangan Sekaligus Masa Depan Pendidikan

Oleh: Siti Mubarokah

Sabtu, 30 Jun 2018 07:00 | editor : AF. Ichsan Rasyid

Media dan Internet, Tantangan Sekaligus Masa Depan Pendidikan

PERKEMBANGAN teknologi informasi dan komunikasi saat ini, tidak dapat dipungkiri memang banyak memberikan kemudahan bagi anak-anak dalam mengakses ilmu pengetahuan lebih luas dan cepat. Tetapi, perlu diketahui pula bahwa ada pengaruh yang kurang menguntungkan dengan keberadaan media yang saat ini banyak digunakan anak-anak secara bebas.

Kontrol keluarga sangatlah penting agar anak-anak terus mampu menggunakan media secara bijak dalam mengembangkan pendidikannya.

Televisi, internet yang dijangkau oleh gawai dan komputer, merupakan media yang wajib diwaspadai oleh orang tua. Sebab, konten yang diberikan oleh media  tersebut tidak seluruhnya dapat ditangkap positif oleh anak-anak. Melihat banyak tayangan televisi yang memberikan tontonan yang kurang mendidik. Selain itu, anak-anak mudah menirukan dan mengadaptasi apa yang dilihatnya di televisi. Hal tersebut akan berdampak kurang baik terhadap perilaku dan moral anak, tentunya berpengaruh besar pula terhadap pendidikan anak.

Kemudian, penggunaan gawai yang tidak lagi menjadi hal baru bagi anak-anak. Akses internet dan media sosial juga perlu diwaspadai orang tua karena media sosial inilah yang banyak memberikan pengaruh buruk terhadap anak. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya juga mengetahui dan mengikuti perkembangan teknologi agar mampu memberikan pengawasan terhadap anak.

Perlu Perhatian

Peran orang tua sangatlah dibutuhkan. Karena secara tidak sadar, anak akan melakukan apa yang diinginkannya. Mengingat anak masih dalam perkembangan yang ingin banyak tahu, meniru, dan penasaran melakukan sesuatu hal. Orang dewasa sekalipun biasanya tidak sadar akan batasan dalam penggunaan media massa, terutama sosial media. Apalagi, anak yang belum mengerti banyak batasan dalam menggunakan media televisi dan media sosial secara bijak.

Perkembangan di era digital ini juga tidak dapat disalahkan. Karena juga merupakan hasil dari sebuah pendidikan. Segala sesuatunya pasti memiliki hal positif dan negatif. Keluarga menjadi senjata ampuh dalam membentengi anak untuk tidak konsumtif ke arah negatif dalam menggunakan media dan media sosial.

Didikan keluarga dan pengawasan serta kasih sayang akan lebih berpengaruh besar, karena hanya ada satu pilihan yaitu kenyamanan yang berorientasi hanya positif. Tidak seperti media dan media sosial yang memberikan dua pilihan, positif dan negatif.

 Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting bagi generasi bangsa sebagai modal dalam menjajaki kehidupan yang penuh dengan persaingan di era yang semakin berkembang. Manusia lahir dan beranjak dewasa mengalami sebuah ”proses” yang selalu beriringan dengan ”norma” yang menjadi hasil dari proses tersebut.

Proses tersebut tentunya dilalui dengan pendidikan sebagai bekal untuk mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Hal itu menjadikan pengalaman sebagai sesuatu yang sebelumnya hanya menjadi bayangan, dan menyikapi sesuatu yang sebelumnya menjadi sebuah kesalahan. Sehingga mencapai sebuah keselamatan dan kebahagiaan yang dicita-citakan.

Oleh karena itu, pendidikan sangatlah penting karena dapat menentukan masa depan seseorang. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Artinya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Sedangkan menurut Thompson, pendidikan merupakan pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku pikiran dan sifatnya. Serta menurut Profesor  Richey dalam bukunya Planning for Teaching, an Introduction to Education menyebutkan pengertian komunikasi sebagai fungsi luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru (generasi baru) dalam menunaikan kewajiban dan tanggung jawab dalam bermasyarakat.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan modal berharga yang diperoleh dari pengaruh lingkungan, yang menuntun seseorang agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang dicita-citakan sebagai generasi yang bertanggung jawab.

Pendidikan Informal

Pendidikan dapat diperoleh melalui beberapa jenis pendidikan yang tertera dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003, yaitu pendidikan formal yang merupakan pendidikan yang terstruktur dan berjenjang dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Kemudian pendidikan nonformal yang merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Serta pendidikan informal yang merupakan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang membentuk kegiatan secara mandiri.

Dari ketiga jenis pendidikan tersebut, pendidikan informal banyak memberikan pengaruh dalam menentukan berhasil atau tidaknya seorang anak dalam menempuh pendidikan. Apalagi, saat ini tidak hanya pengaruh lingkungan dalam kelompok masyarakat saja yang menjadi tantangan orang tua dalam mendidik anaknya, tetapi pengaruh media juga menjadi tantangan tersendiri yang perlu peran keluarga terutama orang tua dalam mendidik anak-anaknya.(*)

*) Pemerhati Pendidikan. Tinggal di Desa Kalibaru Wetan, Kalibaru, Banyuwangi.

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia