Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

Libur Lebaran Tidak Ada Penundaan Operasi

Selasa, 26 Jun 2018 07:50 | editor : AF. Ichsan Rasyid

TERTANGANI: Dokter menangani pasien selama Operasi Ketupat 2018 di RS Al Huda.

TERTANGANI: Dokter menangani pasien selama Operasi Ketupat 2018 di RS Al Huda. (RS AL HUDA FOR JAWAPOS.COM)

GENTENG – Siaga Lebaran Operasi Ketupat 2018 RS Al Huda yang berlangsung dari 12 Juni sampai 22 Juni 2018 berjalan lancar. Seluruh anggota tim yang terlibat selalu sigap, tanggap, dan siaga 24 jam untuk melayani pasien selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2018.

Ketua Tim Operasi Ketupat RSAH Genteng 2018 dokter Qomariah menyampaikan, soliditas dan totalitas seluruh tim Operasi Ketupat teruji saat Lebaran. Tim Kamar Operasi RSAH selama 3 (tiga) hari libur Lebaran kemarin telah berhasil menyelesaikan tindakan operasi tanpa penundaan. ”Seluruh kasus yang memerlukan tindakan operasi segera (CITO) terselesaikan dengan baik,” ujar dokter yang akrab disapa Qomi itu.

Qomi menambahkan, dalam Operasi Ketupat 2018 ini, ratusan kantong darah dibutuhkan dalam pelayanan darah kepada pasien yang memerlukan. ”Alhamdulillah, hampir semua kebutuhan darah dapat dipenuhi oleh Bank darah RS Al Huda. Sehingga keluarga pasien tidak perlu jauh-jauh untuk mencari darah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Gawat Darurat RS Al Huda dokter AM David menyampaikan, terdapat peningkatan jumlah kunjungan pasien yang signifikan dengan beragam kasus. ”Namun, tidak seperti tahun- tahun sebelumnya yang selalu didominasi kasus kecelakaan. Tahun ini, dari ratusan pasien yang datang berobat ke IGD RS Al Huda saat Operasi Ketupat berlangsung, sebagian besar adalah pasien dengan keluhan panas, diare, dan nyeri perut,” jelas David.

Dia berharap, kondisi ini merupakan indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkendara yang benar.

Sementara itu, dr H Soegeng Hery P. MMRS selaku Kepala Instalasi Rawat Jalan mengatakan, untuk tindakan cuci darah/ hemodialisa(HD) juga mengalami peningkatan. Jumlah kunjungan rata-rata per hari selama Operasi Ketupat mencapai 67 tindakan meliputi reguler, CITO, dan travelling. Pasien HD travelling berasal dari Jakarta, Bali, Mataram, Surabaya, Malang dan Sidoarjo. ”Dengan tersedianya mesin HD sebanyak 27 serta tiga shift tindakan per hari, Alhamdulillah, semua dapat tertangani dengan baik,” ujarnya. (*/bay)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia