Rabu, 27 Mar 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Cara Takmir Masjid Memotivasi Anak Rajin Ibadah

Semua Anak yang Salat Jumat Diberi Hadiah

10 Juni 2018, 16: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KEBERSAMAAN: Jamaah berbuka puasa bersama di serambi Masjid Salman Al Farisi Banyuwangi kemarin (9/6)

KEBERSAMAAN: Jamaah berbuka puasa bersama di serambi Masjid Salman Al Farisi Banyuwangi kemarin (9/6) (Dani For RaBa)

Takmir Masjid Salman Al Farisi punya cara unik untuk memotivasi anak-anak agar giat beribadah. Mereka memberikan hadiah langsung bagi anak-anak yang istiqomah melakukan ibadah di Masjid Salman Al Farisi, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri.

DEDY JUMHARDIYANTO, Giri

JARUM jam menunjukkan pukul 16.00. Suasana Masjid Salman Al Farisi sudah mulai ramai. Hampir setiap sore hingga menjelang waktu berbuka puasa, masjid yang berada di lingkungan Rumah Sakit Yasmin, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri tersebut, selalu dipadati puluhan jamaah. Mereka datang dari berbagai daerah penjuru kota Banyuwangi.

Tidak jauh berbeda dengan kebanyakan masjid pada umumnya. Setiap bulan suci Ramadan, sejumlah kegiatan juga diselenggarakan di masjid. Tidak terkecuali yang melibatkan anak-anak. Seperti salah satunya kegiatan pondok Ramadan, dilanjutkan buka puasa bersama.

Ketua Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) Banyuwangi Ustad Miftahul Huda mengatakan, selama bulan Ramadan takmir Masjid Salman Al Farisi menyelenggarakan sejumlah kegiatan-kegiatan yang dapat memotivasi dan meningkatkan kualitas keimanan. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, takmir Masjid Salman Al Farisi juga didukung IKADI, Lembaga Manajemen infak (LMI), dan juga lembaga kemanusiaan ACT.

Ustad Miftahul Huda menjelaskan, salah satu program selama bulan suci Ramadan yakni kajian Dhuha yang rutin digelar setiap hari Ahad pagi selama bulan Ramadan. Kajian Dhuha tersebut diisi oleh sejumlah mubalig dari Banyuwangi seperti di antaranya Ketua MUI KH Muhammad Yamin Lc, KH Sunandi Zubaidi, KH Ahmad Siddiq, dan Dr Ahmad Bakarman SpB. Bahkan, saat bulan Ramadan juga dikunjungi muhibah dari Palestina, Syaikh Mahmoud Muhana.  ”Syaikh Mahmoud Muhana sempat melaksanakan salat Tarawih berjamaah, kemudian jamaah mendengarkan perjuangan umat Islam di Palestina yang tertindas,” ungkapnya.

Tidak sedikit dari jamaah masjid yang mendengarkan cerita Syaikh Mahmoud. Dalam ceritanya itu, Syaikh Mahmoud Muhana menggambarkan suasana di negara Palestina yang terkungkung dalam situasi peperangan. ”Betapa beruntung anak-anak Indonesia yang masih bisa bermain dengan nyaman,” ujar Ustad Miftahul Huda menirukan Syaikh Mahmoud Muhana.

Yang menarik, selama bulan suci Ramadan ini, takmir Masjid Salman Al Farisi mempunyai cara yang unik untuk terus memotivasi anak-anak agar mau melaksanakan perintah salat fardu berjamaah, salat Tarawih, dan iktikaf di masjid. Khusus bagi anak-anak yang rajin, rutin beribadah di Masjid Salman Al Farisi. Takmir masjid memberikan hadiah langsung khusus ke anak-anak sesuai kategorinya.

Misalnya, bagi anak yang mampu melaksanakan salat Tarawih sebanyak 10 kali berturut-turut maka akan mendapatkan hadiah langsung. Begitu juga bagi anak-anak yang menunaikan salat Subuh sebanyak 23 kali. ”Khusus anak-anak yang melaksanakan salat Jumat juga diberikan hadiah bagi mereka yang datang lebih awal,” jelasnya.

Mainan yang diberikan pengurus takmir Masjid Salman Al Farisi itu juga cukup menarik. Karena masih anak-anak, agar lebih menarik takmir masjid memberikan hadiah berupa robot dan mainan anak-anak lainnya yang mendidik. ”Mainan yang kita berikan adalah mainan tradisional, manual. Bukan mainan yang sudah modern,” terangnya.

Motivasi anak-anak dengan memberikan hadiah tersebut bukan tanpa alasan. Harapannya tak lain, agar anak-anak lebih istiqomah melaksanakan ibadah. Salah satunya menunaikan perintah salat. Lebih dari itu, sebetulnya yakni menanamkan kepada anak-anak sedini mungkin untuk mengenal tempat ibadah termasuk cara-cara selama berada di lingkungan masjid dan mencintai masjid.

Masjid adalah tempat yang mulia, sebuah tempat yang sangat kondusif dalam menumbuhkan kecintaan anak kepada Allah Ta’ala, menanamkan nilai-nilai sosial, kebersamaan, dan tasamuh (tenggang rasa dan lapang dada). ”Dari masjid, kehidupan beragama pada diri anak akan tumbuh dengan menanamkan nilai-nilai ketuhanan dan nilai budi pekerti luhur,” imbuhnya.

Jika anak-anak sejak kecil sudah dikenalkan dengan masjid, semakin mereka tumbuh nanti hatinya akan selalu tergantung dengan masjid. ”Sungguh, sebuah kenyataan yang sangat miris di kala masjid banyak dibangun namun tak dimakmurkan. Apalagi jika anak-anak dan orang tua enggan melangkahkan kakinya ke masjid,” tandasnya.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia