Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

DPRD Warning Tidak Jual Barang Hampir Kedaluwarsa

Sabtu, 02 Jun 2018 10:00 | editor : AF. Ichsan Rasyid

MINTA DITARIK: Handoko dan Andik Purwanto mengambil susu siap minum kemasan kotak yang hampir kedaluwarsa di Vionata kemarin (31/5).

MINTA DITARIK: Handoko dan Andik Purwanto mengambil susu siap minum kemasan kotak yang hampir kedaluwarsa di Vionata kemarin (31/5). (SIGIT HARIYADI/JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI – Komisi Perekonomian Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Banyuwangi me-warning kalangan pengusaha ritel untuk memastikan barang yang dijual tidak kedaluwarsa dan aman untuk dikonsumsi. Warga juga diminta untuk waspada dan teliti saat berbelanja agar terhindar dari barang-barang yang membahayakan bagi kesehatan.

Warning dan seruan komisi perekonomian atau Komisi II DPRD itu disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah pasar modern di Banyuwangi, Kamis lalu (31/5). ”Pengusaha harus memastikan tidak ada produk makanan dan minuman tidak layak konsumsi yang di jual,” pinta Ketua Komisi II Handoko

Karena itu, Handoko meminta kalangan pengusaha untuk menarik produk makanan dan minuman yang masa kedaluwarsanya sudah kritis. Sebab, warga yang berbelanja saat ini akan digunakan pada Lebaran Idulfitri mendatang. ”Saat ini, memang belum kedaluwarsa namun saat digunakan nanti masa kedaluwarsanya sudah habis. Jadi jangan menjual barang yang kedaluwarsanya sudah mepet," katanya.   

Sebab, kalau pengusaha tetap memaksakan menjual makanan atau minuman yang kedaluwarsanya mepet, yang dirugikan konsumen atau masyarakat. ”Segera tarik makanan atau minuman yang hampir kedaluwarsa agar tidak merugikan masyarakat,” pintanya.

Handoko mengatakan, kegiatan sidak yang dilakukan DPRD dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPRD. Sidak dilakukan untuk memastikan tidak ada makanan atau minuman kedaluwarsa yang dipasarkan. ”Kepada pengelola toko, kami juga berharap lebih ketat mengontrol masa kedaluwarsa produk yang dijual. Momen membeludaknya pembeli jangan dijadikan kesempatan dengan menjual makanan atau minuman yang hampir kedaluwarsa,” kata politikus Partai Demokrat (PD) tersebut.

Sidak yang dilakukan DPRD melibatkan Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag). Sasarannya adalah Roxy Supermarket dan supermarket Vionata.

Di dua supermarket itu, sejumlah anggota Komisi II meneliti makanan dan minuman yang dipajang di rak dagangan masing-masing pusat perbelanjaan. Bukan itu saja, mereka juga meminta pihak pengelola membuka parsel untuk diteliti apakah ada makanan kedaluwarsa ataukah tidak.

Hasilnya, para anggota Komisi II tidak menemukan satu pun makanan kedaluwarsa. Hanya saja, para anggota DPRD itu menemukan beberapa minuman susu instan kemasan kotak yang hampir kedaluwarsa. Masa expired susu kemasan tersebut jatuh tanggal 20 Juni mendatang.

Marketing Promosi Roxy Banyuwangi Kurniawati mengaku menyambut baik sidak yang dilakukan Komisi II bersama pihak Disperindag kemarin. ”Dengan sidak seperti ini akan memastikan produk yang kami jual tidak ada yang kedaluwarsa,” tuturnya.

Sementara itu, Manajer Vionata M. Sufian Ali menegaskan pihaknya segera menarik produk yang hampir kedaluwarsa. ”Sebenarnya produk tersebut belum masuk masa expired. Namun karena diminta untuk ditarik, produk itu segera kami tarik,” ujarnya.

Sufian menambahkan, keluar masuk barang di gudang maupun penataan barang di rak dagangan Vionata menggunakan metode first in first out (FIFO). Artinya, barang yang masuk lebih dahulu akan dikeluarkan terlebih dahulu. ”Namun ke depan kami akan semakin memperketat pengawasan barang yang akan kedaluwarsa,” pungkasnya. (sgt/afi)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia