Kamis, 13 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Opini Sabtu

Ulang Tahun Ke-73 Pancasila

Oleh: Bambang Purwanto

02 Juni 2018, 07: 30: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Ulang Tahun Ke-73 Pancasila

MEMPERINGATI kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni, bertujuan selain mengetahui historisnya juga dalam rangka memahami fungsi Pancasila bagi bangsa Indonesia. Isi Pancasila pada setiap upacara bendera menjadi salah satu yang wajib dibacakan oleh pimpinan atau inspektur upacara, dalam rangka menunjukkan nasionalisme bangsa. Sebagai refleksi peringatan hari lahirnya Pancasila ke-73 untuk menengok masa lalu dan menatap masa depan bangsa Indonesia.

Proses kelahiran Pancasila

Ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanggal 18 Agustus 1945, tidak terlepas dari tonggak sejarah yang perlu kita ingat. Pertama, sejak bangsa Nusantara zaman kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Di mana sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila sudah diterapkan di dalam kehidupan masyarakat maupun kerajaan, meski kelima sila itu belum dirumuskan secara konkret. Dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, Pancasila mempunyai arti ’berbantu sendi yang lima’ atau ’pelaksanaan kesusilaan lima’.

Tonggak sejarah kedua, sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) untuk mempersiapkan Indonesia merdeka dengan meletakkan konsep dasar kehidupan bangsa. PPKI merupakan badan sebagai tempat wakil-wakil rakyat di Indonesia sehingga Pancasila merupakan hasil perjanjian bersama rakyat dan untuk membela Pancasila selamanya.

Etimologi kata ”Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta India (kasta Brahmana) yaitu penggalan kata panca yang berarti ’lima’ dan sila yang berarti ’dasar’. Sehingga Pancasila diartikan sebagai Lima Dasar dan pada tanggal 1 Juni 1945, ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila.

Tokoh bangsa pada saat itu Ir Sukarno, berpendapat bahwa Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya falsafah negara, melainkan lebih luas lagi yakni falsafah bangsa Indonesia. Menurut Muhammad Yamin, Pancasila berasal dari kata panca yang artinya ’lima’ dan sila yang artinya ’sendi’, ’atas’, ’dasar’, atau peraturan tingkah laku yang baik dan penting. Berarti Pancasila merupakan lima dasar yang mengandung pedoman atau aturan mengenai tingkah laku yang baik dan penting.

Fungsinya bagi Bangsa Indonesia

Secara umum ada empat fungsi Pancasila bagi bangsa Indonesia.  Pertama, sebagai jiwa bangsa Indonesia(volkgeish). Artinya jiwa bangsa atau jiwa rakyat yang berfungsi agar Indonesia tetap hidup dalam jiwa Pancasila sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Kedua Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, berfungsi sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan negara, segala sesuatu kehidupan di Indonesia, seperti rakyat, pemerintah, dan wilayah. Pancasila juga digunakan sebagai dasar mengatur penyelenggaraan negara dan kehidupan negara sesuai dengan bunyi UUD 1945.

Ketiga, Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia. Pada saat bangsa Indonesia melakukan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa ini belum memiliki UUD negara yang tertulis. Untuk itu PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 yang merupakan berdasar dari Pancasila.

 Keempat, Pancasila menjadi falsafah hidup bangsa, fungsinya sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Pancasila mengandung nilai-nilai kepribadian yang dipercayai paling benar, bijaksana, adil, dan cocok untuk Bangsa Indonesia untuk mempersatukan rakyat.

Selain itu bagi bangsa Pancasila juga sebagai kepribadian bangsa Indonesia, yang diwujudkan dengan tingkah laku dan sikap mental, sehingga ciri khas ini yang dimaksud dengan kepribadian.

Dan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, yaitu mengatur semua hukum yang berlaku di negara Indonesia. Semua hukum harus patuh dan menjadikan Pancasila sebagai sumbernya. Artinya setiap hukum yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Jadi setiap sila-sila yang ada di Pancasila adalah nilai dasar, sedangkan hukum adalah nilai instrumental atau penjabaran dari sila Pancasila. Juga Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia, seperti yang tercantum dalam di pembukaan UUD 1945. 

Pengamalan Pancasila

Untuk mengaplikasikan isi Pancasila bagi kehidupan masyarakat diberikan pedoman yang disebut butir-butir pangamalan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan lima butir pengamalan, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab ada tiga butir pengamalan, sila Persatuan Indonesia meliputi enam butir pengamalan, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan ada tiga butir pengamalan, dan Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia ada tiga butir pengamalan. Hal inilah yang harus dihayati dan diamalkan oleh rakyat Indonesia (*)

*) Guru SMAN 1 Panji, Situbondo.

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia