Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Semalam Ringkus 5 Pengedar Pil Koplo

Senin, 28 May 2018 19:30 | editor : Bayu Saksono

Ainul Fajar Hamami

Ainul Fajar Hamami (POLRES FOR RABA)

BANYUWANGI – Satuan Narko­ba Polres Banyuwangi panen tang­kapan. Dalam semalam, me­ringkus lima orang yang diduga mengedarkan obat sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan mutu izin edar.

Kasat Narkoba Polres Banyu­wangi, AKP.Muhammad Indra Nadjib mengatakan, kelima pelaku yang kini ditetapkan sebagai ter­sangka tersebut, empat orang masuk dalam satu jaringan.

Awalnya pada pukul 20.00, anggota Satnarkoba menga­mankan Mafaza Zainul Fiqri, 20, di warung pojok sebelah selatan SMA 1 Negeri Rogojampi, masuk Dusun Gurit, Desa Pengatigan, Ke­camatan Rogojampi.

Kevin Ary Sura­dana

Kevin Ary Sura­dana (POLRES FOR RABA)

Dari remaja asal Dusun Kertosari, Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat itu polisi mengamankan 20 butir obat pil koplo jenis trihexyphenidil yang terdiri dari dua klip. Masing-masing klip berisi 10 butir.

Tak berselang lama, petugas langsung menginterogasi Mafaza Zainul yang mengaku menda­patkan barang tersebut dari se­orang wanita yang tak lain adalah Widia Wati, 18, warga Dusun Gurit, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi.

Dari tangan wanita yang baru saja lulus SMA itu, diamankan barang bukti 90 butir obat trihexy­phe­nidil terdiri dari sem­bilan klip masing klip isi sepuluh butir, uang tunai Rp 20 ribu dan satu buah tab Evercoss warna putih. “Pelaku Widia Wati kami amankan lang­sung dari rumahnya, dan barang buktinya kami temukan dari dalam rumah pelaku,” ungkap Nadjib.

Mafaza Zainul Fiqri

Mafaza Zainul Fiqri (POLRES FOR RABA)

Ketika diinterogasi, Widia Wati mendapatkan obat tersebut dari salah seorang warga Desa Singo­latren, Kecamatan Singo­ju­ruh. Upaya petugas membongkar jaringan peredaran pil koplo ter­sebut terus dilakukan.

Pada pukul 01.30 petugas berhasil mengamankan Ainul Fajar Ha­mami alias Eno, 21, warga Dusun Krajan, Desa Singolatren, Kecama­tan Si­ngojuruh. Eno ditangkap petugas di warung kopi di dusun setempat. “Dari tangan pelaku kami amankan barang bukti 48 butir obat trihexy­phenidil, satu buah bekas bungkus rokok, uang tunai Rp 675 ribu dan satu buah Hp Nokia 1280 warna hita,” jelasnya.

Perburuan petugas tidak berhenti sampai di situ. Widia Wati dan Eno ternyata mendapatkan barang tersebut dari salah seorang pengedar yang diketahui bernama Hendrianto, 36, warga Dusun Krajan, Desa Singolatren, Keca­matan Singojuruh.

Widia Wati dan Hendrianto

Widia Wati dan Hendrianto (POLRES FOR RABA)

Upaya petugas membongkar jaringan peredaran pil koplo di Singojuruh dan Rogojampi terse­but akhirnya membuahkan hasil. Petugas satuan narkoba berhasil meringkus Hendrianto dari dalam rumahnya. Sebagai barang bukti, juga diamankan uang tunai Rp 475 ribu, dan satu buah HP Sam­sung J7 Prime warna hitam.

Pada hari yang bersamaan, anggota Satnarkoba lainnya juga mengamankan Kevin Ary Sura­dana, 18, warga Dusun Pa­sem­bon, Desa Sambirejo, Keca­matan Bangorejo. Dari tangan remaja itu, polisi menga­mankan 26 butir pil koplo terdiri dari dua klip masing klip isi 10 butir dan satu klip isi enam butir, satu buah be­kas bungkus maka­nan ringan, serta uang tunai Rp 60 ribu.

(bw/ddy/rbs/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia