Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Opini Sabtu

Pengolahan Rumput Laut Menjadi Selai Buah Naga

Senin, 14 May 2018 18:45 | editor : Bayu Saksono

Pengolahan Rumput Laut Menjadi Selai Buah Naga

Buah naga adalah buah yang menjadi primadona baru bagi petani di daerah Banyuwangi, khususnya Banyuwangi bagian selatan. Buah ini menjadi solusi bagi para petani yang lahannya sulit ditanami padi. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Banyuwangi, jumlah panen buah naga mengalami kenaikan dari tahun 2013 mencapai 16.631 ton dan meningkat di tahun 2014 dengan jumlah panen mencapai 28.819 ton. Kecamatan Bangorejo menyumbang 39% dari total produksi di Banyuwangi atau setara 11.000 ton per tahun dengan luas lahan mencapai 449 ha.

Hal ini menjadikan Banyuwangi memiliki potensi untuk mengembangkan usaha pangan di bidang buah naga. Keberhasilan kegiatan pertanian tidak semata–mata dilihat dari peningkatan jumlah produksi waktu panen, tetapi dilihat dari seberapa berkembangnya produk yang diproduksi tersebut. Ketika suatu bahan baku mulai berkembang , hal itu akan meningkatkan nilai ekonomis dari bahan tersebut. Karena bahan tersebut akan mengalami peningkatan permintaan yang tinggi.

Selai merupakan produk pengolahan semi basah yang biasanya dioleskan pada roti yang terbuaut dari olahan buah-buahan, gula dan bahan-bahan lain yang di izinkan. Olahan seperti ini bisa di jadikan andalan masyarakat daerah Banyuwangi yang memiliki jumlah produksi buah naga yang melimpah. Selain dapat meningkatkan nilai jual, dengan mengolah bahan kita juga dapat memperpanjang lama waktu penyimpanannya.

Pemanfaatan rumput laut untuk komposit selai buah Naga sebagai produk usaha bernilai ekonomis tinggi adalah sesuatu yang cocok bagi masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. Banyak petani rumput laut di daerah Wongsorjo yang berhasil dan hasilnya dikirim ke luar kota. Buah naga dan rumput laut adalah jenis tanaman atau tumbuhan pangan yang banyak terdapat di Indonesia, salah satunya adalah Banyuwangi.

Buah naga dan rumput laut dapat diolah menjadi selai karena rasanya yang enak dan dapat membentuk gel yang baik. Proses pembuatan selai buah yaitu dengan melumatkan daging buah naga, kemudian dicampurkan dengan lumatan rumput laut, air, dan gula. Campuran bahan dimasak hingga mengental. Setelah mengental, selai ditiriskan.

Manfaat dari rumput laut antara lain adalah penghasil karaginan (berupa garam sodium, kalsium dan potasium dari senyawa polisakarida sulfat asam karaginat) yang disebut karaginofit. Selain itu, rumput laut juga dapat digunakan sebagai makanan, agar-agar, obat-obatan, dan sebagainya

Pembuatan selai buah naga dengan penambahan rumput laut sendiri dapat dilakukan secara manual. Yakni dengan menggunakan alat-alat antara lain panci, pengaduk, pisau, sendok, blender, baskom, saringan stainless-still, steamer, dan mangkuk. Sedangkan bahan-bahan yang dibutuhkan yakni air minum, buah naga, gula pasir, dan rumput laut. Adapun perbandingan jumlah buah naga dengan rumput laut adalah 5:1.

Proses pembuatan selai dimulai dengan memisahkan daging buah dengan kulit dan bijinya terlebih dahulu. Setelah itu, daging buah naga dilumatkan bersama dengan rumput laut. Kemudian ditambahkan gula sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan dan dimasak. Saat pemasakan, sesekali selai diaduk agar adonan dapat homogen dan membentuk tekstur yang baik. Proses pemasakan dilakukan pada suhu 60-70oC. Pemasakan pada suhu ini dimaksudkan agar adonan membentuk koloid atau membentuk gel. Rumput Laut mengandung karaginan yang dapat membentuk gel saat pemanasan mulai suhu 60oC.

Proporsi penggunaan bahan buah, rumput laut, atau pun gula harus disesuaikan. Hal ini agar dapat membentuk karakteristik selai yang diinginkan. Dalam proses pembuatan, proporsinya penggunaan rumput laut diusahakan lebih sedikit. Rumput laut terdapat komponen karaginan. Karaginan dapat membentuk koloid yang meningkatkan kekompakan atau kekentalan tekstur. Semakin tinggi konsentrasi karaginan maka akan membentuk tekstur yang semakin kokoh dan keras jika konsentrasi terlalu tinggi. (*)

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia