Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kulup Bocah Terkuak Mirip Disunat

25 April 2018, 14: 55: 28 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

LANGKA: dr Taufik memeriksa kelamin M. Aidan Isyahm Pratama di kediamannya di Kampung Mandar kemarin (25/4).

LANGKA: dr Taufik memeriksa kelamin M. Aidan Isyahm Pratama di kediamannya di Kampung Mandar kemarin (25/4). (SIGIT HARIYADI/RABA)

Peristiwa tak lazim menimpa M. Aidan Isyahm Pratama. Alat kelamin bocah laki-laki berusia 3,5 tahun asal Lingkungan Kerobokan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, itu tiba-tiba terkuak layaknya telah disunat.

        Peristiwa tersebut terjadi menjelang tengah hari, yakni sekitar pukul 11.30 Rabu pekan lalu (18/4). Kala itu, putra sulung pasangan suami istri (pasutri) Joni Al Basah dan Khusnul Khotimah itu bermain seorang diri di depan rumah kerabatnya di wilayah Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.

        Tiba-tiba Aidan menangis. Joni yang saat itu berada di dalam rumah kerabatnya langsung menghampiri. ”Saya kaget kok tiba-tiba Aidan menangis. Saat mau saya pegang, dia mundur-mundur. Kemudian dia buka sendiri celananya. Ternyata alat kelaminnya sudah seperti disunat,” ujar Joni kemarin (24/4).

        Sontak, kejadian itu mengundang perhatian warga sekitar. Spekulasi bahwa Aidan disunat jin atau makhluk tak kasat mata pun mencuat.

        Joni menambahkan, Aidan mengaku kulit kelaminnya ditarik oleh laki-laki tua berbaju putih saat berada di depan rumah kosong tak jauh dari kediaman kerabatnya tersebut. Padahal, tak lama sebelumnya, Joni sempat menghampiri anaknya tersebut dan meminta Aidan masuk rumah. ”Setelah itu, saya masuk sebentar. Hanya beberapa menit, Aidan tiba-tiba menangis. Kalau kata orang sini, ini disunat Jin. Namun, saya lebih percaya pada medis,” kata dia.

Sementara itu, kejadian yang dialami Aidan mengundang atensi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Taufik Hidayat. Taufik yang merupakan dokter spesialis andrologi itu mengecek kondisi Aidan kemarin. ”Preputium atau kulup pada anak laki-laki pada umumnya menutup glans penis. Namun, pada kasus anak ini, preputium tidak menutup glans. Padahal preputium-nya utuh,” tuturnya.

Menurut Taufik, jika kondisi tersebut berlanjut, maka Aidan tidak perlu dikhitan. Sebab, kondisi tersebut tidak membahayakan Aidan. ”Memang pada hari H dan sehari setelah kejadian, penis bocah ini bengkak. Namun, setelah mengonsumsi obat, bengkaknya sudah sembuh,” kata dia.

Taufik menyatakan peristiwa seperti yang menimpa Aidan sangat jarang terjadi. ”Bahkan, selama saya bertugas di RSUD Blambangan, ini yang pertama kali terjadi,” kata dia.

Apalagi, imbuh Taufik, tidak ada bekas sayatan pada alat kelamin bocah tersebut. ”Yang jadi pertanyaan, siapa yang menarik preputium-nya ke belakang. Secara nalar, Aidan tidak mungkin melakukannya sendiri. Karena kalau ditarik, sakit sekali,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia