Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

RS Al Huda Sediakan Layanan Senam LBP

17 April 2018, 07: 05: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BIAR LENTUR: Para member mengikuti senam LBP dipandu Rina Wiwin AMd, fisioterapi asisten manajer Rehab Medik RS Al Huda.

BIAR LENTUR: Para member mengikuti senam LBP dipandu Rina Wiwin AMd, fisioterapi asisten manajer Rehab Medik RS Al Huda. (RS AL HUDA FOR JAWAPOS.COM)

GAMBIRAN  - Instalasi Rehabilitasi Medis RS Al Huda sebagai penyedia layanan rehabilitasi memberikan pelayanan senam LBP (Low Back Pain) setiap Rabu. Layanan ini diadakan untuk memenuhi kebutuhan terkait banyaknya kasus LBP yang datang ke klinik Ortopedi RS Al Huda.

Program senam LBP di-launching awal bulan Maret 2018 lalu. Sampai sekarang, sudah terdaftar puluhan member aktif yang rutin melakukan senam LBP setiap Rabu pukul 09.15 di klinik Fisioterapi Rawat Jalan RSAH.

 Ahmad Abdullah, 60, warga Tegalsari mengatakan, saat pertama datang, dirinya merasa sakit saat mengangkat kaki. Setelah mengikuti program senam LBP beberapa kali, kakinya sudah terasa nyaman saat diangkat. ”Sekarang rasa sakitnya mulai berkurang,” ujarnya.

Menurut dr Risandi Herry Pradipto SpOT, dr Spesialis Ortopedi di RS Al Huda, LBP adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki. Terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Nyeri ini, kata Risandi, bisa semakin hebat sehingga mengakibatkan pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan maupun aktivitas sehari-hari. ”Saat ini, kasusnya cukup mendominasi bahkan hampir separo kasus yang datang ke klinik Orto RSAH,” jelasnya.

Menurut Risandi, kasus LBP sering dijumpai pada penderita lansia. Namun, seiring perkembangan zaman, kata dia, tidak sedikit penderita usia produktif juga mengalami keluhan serupa pada sistem alat gerak tulang punggung, dan tungkai. Keluhan itu bisa berupa rasa nyeri, kesemutan, dan kelemahan otot.

Hal ini, kata Risandi, dapat disebabkan oleh karena cedera lama yang pernah mendapat penanganan kurang tepat. Bisa juga akibat kebiasaan posisi duduk, berbaring, dan berkendara yang kurang tepat. Penyebab lain, bisa juga lantaran tidak rutin melatih kekuatan otot punggung, otot perut, dan otot dasar panggul. ”Hal ini akan semakin diperberat ketika kelenturan tubuh berkurang dengan bertambahnya usia dan atau berat badan yang berlebihan,” ujarnya.

Dia menambahkan, tujuan senam LBP yakni membantu pasien mengurangi ketegangan otot, mengurangi nyeri, menjaga keseimbangan, dan meningkatkan kekuatan otot punggung, otot perut, dan otot dasar panggul. Senam ini membantu membimbing peserta untuk mendapatkan cara dan posisi yang benar dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.  Diajari cara yang benar dalam mengangkat barang, duduk, berdiri, berjalan, sampai dengan posisi berbaring. ”Manfaat akhir yang bisa didapatkan adalah mengembalikan kemampuan tubuh untuk bekerja dan beraktivitas dengan nyeri yang seminimal mungkin,” jelas alumnus FK Unair itu.

Sementara itu, dr Soegeng Hery P. MMRS, Manajer Rawat Jalan RS Al Huda menyampaikan, program senam LBP dilaksanakan untuk memenuhi pelayanan komprehensif di RSAH. Kegiatan ini dalam upaya melaksanakan dan membina pelayanan rehabilitasi secara berkelompok berupa layanan promotif, preventif, dan kuratif. ”Dengan layanan khusus senam LBP ini, harapannya dapat memberikan manfaat terutama untuk membantu para lansia dalam menguatkan dan melenturkan otot-otot penggerak punggung bawah (pinggang),” pungkasnya.(*/bay)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia