Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemkab Siapkan Perizinan Cepat untuk Pabrik KA

08 April 2018, 17: 32: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (tengah) bersama Bupati Anas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (tengah) bersama Bupati Anas. (Humas Pemkab Banyuwangi)

JawaPos.com – Rencana PT Industri Kereta Api (Inka) membangun pabrik baru di Banyuwangi disambut baik pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Bahkan, Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku menyiapkan perizinan yang cepat untuk kepentingan pembangunan pabrik kereta api (KA) yang digadang-gadang bakal lebih besar dibandingkan pabrik induk Inka di Madiun tersebut.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, PT Inka berencana membangun pabrik kedua di Bumi Blambangan karena pabrik pertama di Madiun sudah sangat penuh alias overcapacity. ”Apalagi, kita (PT Inka) juga dapat tambahan order kereta api dari Filipina dan Bangladesh. Target kami, groundbreaking pabrik baru PT Inka di Banyuwangi sebelum akhir tahun ini. Mohon doanya,” ujarnya saat berada di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Jumat (6/4).

Rini menuturkan, sebagai pemegang saham PT Inka, Kementerian BUMN menilai Banyuwangi sangat layak dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik perkeretaapian kedua PT Inka. Salah satunya karena Banyuwangi sangat friendly terhadap investor. ”Kita sebagai pemegang saham melihat perizinan di Banyuwangi mudah,” ujarnya.

Selain itu, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sangat nyaman ditinggali. Ini akan menjadi saya tarik tersendiri bagi tenaga ahli yang akan dipekerjakan di industri perkeretaapian tersebut. ”Kalau kita membangun industri perkeretaapian, kita perlu pekerja yang qualified (berkualitas). Mereka pasti ingin tinggal di tempat yang nyaman. Jadi, jika membangun pabrik di Banyuwangi, kita bisa mendapatkan pekerja yang qualified tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemkab akan terus menjaga track record Banyuwangi sebagai daerah dengan pelayanan perizinan yang cepat. ”Ini terus harus kita jaga. Bu Menteri punya pengalaman ketika membangun Industri Gula Glenmore (IGG). Lebih dari 25 izin kami urus dengan cepat sehingga proses pembangunan pabrik gula tersebut menjadi cepat. Begitu pula dengan pabrik PT Inka. Kita (pemkab) punya track record menyiapkan izin dengan cepat,” ujarnya dikonfirmasi usai membuka Fishing Festival di Pantai Grand Watudodol, Kecamatan Wongsorejo kemarin (7/4).

Anas menuturkan, keberadaan pabrik PT Inka di Banyuwangi tidak hanya akan dinikmati orang-orang yang bekerja di industri perkeretaapian tersebut. Namun indirect effect-nya sangat besar bagi warga Bumi Blambagan. ”Warung semakin laku. Banyuwangi bisa menjadi sentra industri baru, karena ahli-ahli perkeretaapian akan tinggal di Banyuwangi,” kata dia.

Dengan demikian, imbuh Anas, ke depan akan ada transfer knowledge kepada masyarakat. ”Politeknik kita bisa lebih bagus karena anak-anak kita bisa praktik langsung di pabrik kereta api yang berskala ekspor,” ujarnya.

Seperti diberitakan, rencana PT Industri Kereta Api (Inka) membangun pabrik baru di Banyuwangi selangkah lagi terealisasi. Groundbreaking pembangunan pabrik yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kalipuro tersebut ditarget dilakukan sebelum akhir tahun ini.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, belum lama ini PT Inka sudah melaporkan progres akuisisi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Banyuwangi kepada pihaknya. ”PT Inka sudah melapor dan akan mengambil sebagian lahan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Proses akuisisi sudah mencapai tahap finalisasi. Lokasinya cukup dekat dengan rel kereta api,” ujarnya saat berada di Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (6/4).

Pabrik baru PT Inka di Banyuwangi itu digadang-gadang bakal lebih besar dibandingkan pabrik induk Inka di Madiun. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan pabrik kereta api itu mencapai 80 hektare (ha).

Bukan itu saja, pabrik baru yang berlokasi di ujung timur Pulau Jawa ini juga bakal dioperasikan sebagai pabrik spesialis pembuatan kereta berpenggerak alias lokomotif dan kereta untuk pasar ekspor.

Senior Manager Secretary Public Relation PT Inka Cholik Mochamad Zam-Zam mengatakan, proses pengadaan lahan untuk keperluan pembangunan pabrik PT Inka di Banyuwangi sudah tuntas. PT Inka telah mengakuisisi lahan seluas 80 hektare (ha) dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di dekat Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. ”Nota kesepahaman (MoU) pembelian dengan PTPN XII sudah klir,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon awal tahun ini (19/1).

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia