Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

AHY Serap Aspirasi Nelayan Situbondo

Minggu, 08 Apr 2018 12:44 | editor : AF. Ichsan Rasyid

SAMABANGI KOTA SANTRI: Agus Harimurti Yudhoyono (dua dari kanan) didampingi Ketua DPC Demokrat Situbondo, janur Sasra ananda (tiga dari kanan) melepaskan benih ikan Kerapu di rumah apung, Dusun gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, siang kemarin.

SAMABANGI KOTA SANTRI: Agus Harimurti Yudhoyono (dua dari kanan) didampingi Ketua DPC Demokrat Situbondo, janur Sasra ananda (tiga dari kanan) melepaskan benih ikan Kerapu di rumah apung, Dusun gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, siang kemarin. (HABIBUL ADNAN/JAWAPOS.COM)

KENDIT – Rangkaian kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Kabupaten Situbondo kemarin (05/04) langsung mendatangi tempat budidaya keramba apung Ikan Kerapu di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Di tempat ini, dia menyempatkan berdialog dengan para nelayan.

Dari hasil serap aspirasi itu, AHY mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami nelayan saat ini. “Cukup menyedihkan karena pendapatan nelayan berkurang drastis. Sedangkan kebutuhan hidup mereka semakin banyak, harga semakin tinggi,” ucapnya.

PEDULI BUDAYA: Ketua DPC Demokrat Situbondo, janur Sasra ananda memasangkan Odheng Khas Situbondo kepada agus Harimurti Yudhoyono, begitu tiba di Pantai gundhil, Klatakan, kemarin.

PEDULI BUDAYA: Ketua DPC Demokrat Situbondo, janur Sasra ananda memasangkan Odheng Khas Situbondo kepada agus Harimurti Yudhoyono, begitu tiba di Pantai gundhil, Klatakan, kemarin. (HABIBUL ADNAN/JAWAPOS.COM)

Putra Susilo Bambang Yudhyono (SBY) itu mengatakan, harga Ikan Kerapu saat ini hanya Rp.75 ribu perkilogram. Sedangkan beberapa tahun lalu, harganya mencapai Rp.160 perkilogram.

“Tetapi saya berharap kepada nelayan untuk tetap semangat walaupun situasi tidak baik, karena kita akan terus berjuang. Kalau nanti kami bisa berkontribusi melalui pemerintahan dan lain sebagainya, kami siap memperjuangkan nasib nelayan,” katanya.

AHY menambahkan, kondisi buruk yang dialami nelayan harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak terkecuali pemerintah. Dalam pandangannya, harus ada regulasi yang pro nelayan. “Dulu banyak kapal asing yang datang, sekarang tidak bisa merapat. Sehingga, jalur rantai distribusi semakin panjang. Ini jelas menjatuhkan harga jual,” katanya.

Menurutnya, ada masalah kesenjangan keadilan. Nelayan atau pembudidaya yang bekerja siang malam, hanya mendapatkan keuntungan yang sangat kecil. Sedangkan pengusaha-pengusaha ikan mendapatkan laba berlipat-lipat. “Kami sangat ingin menghadirkan rasa keadilan itu,” ujarnya.

Kondisi memperihatikan ini berbeda pada zaman pemerintahan SBY, periode sebelumnya. Dia mengklaim, saat itu, pemerintah memiliki perhatian lebih kepada nelayan. “Pada pemerintahan SBY, benar-benar berpihak kepada nelayan. Pemerintah memberikan bantuan yang sangat berarti,” katanya.

Sementara itu, AHY menilai, budidaya Ikan Kerapu di Situbondo sangat berpotensi. Makanya, perlu ada upaya untuk terus mengembangkan usaha mereka. “Bagus potensinya. Bibit cukup, pengelolaannya profesional. Permasalahannya, harga tidak berpihak. Sangat wajar nelayan mengeluh,” ucapnya.

Ketua DPC Demokrat, Janur Sasra Ananda berharap, dengan kunjungan AHY, nasib pembudidaya Ikan Kerapu serta para nelayan akan membaik. Dia menerangkan, AHY memang sangat prihatin dengan kondisi yang dialami para nelayan.

“Setelah bertemu dengan nelayan, mas AHY memang cukup prihatin. Semoga nanti ada perhatian khusus kepada nelayan, terutama nelayan yang di Situbondo,” katanya. 

Dalam kunjungan kemarin, AHY sempat mengunjungi tempat budidaya Ikan Kerapu di tengah laut Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Di sana dia melepas bibit Ikan Kerapu dan melihat hasil budidaya kerapu petani yang siap panen.

Setelah itu, AHY melakukan dialog dengan pembudidaya serta asosiasi nelayan. Usai menyerap aspirasi, AHY bertolak ke wisata Pasir Putih. Lawatan ke Situbondo ini masih dalam rangkaian kunjungan AHY ke 17 kabupatan/kota di Jatim. (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia