Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik

PPNI Sinergi Perangi TB Paru

29 Maret 2018, 06: 35: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SAMBUTAN: Wabup Yusuf Widyatmoko membuka seminar di sekretariat terpadu PPNI, kemarin  pagi (28/3).

SAMBUTAN: Wabup Yusuf Widyatmoko membuka seminar di sekretariat terpadu PPNI, kemarin pagi (28/3). (IRWAN FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI-Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Banyuwangi menggelar seminar di gedung sekretariat terpadu PPNI Jalan Kampar, kemarin (28/3). Kegiatan yang diikuti 300 lebih perawat itu mengangkat tema “Sinergitas Organisasi PPNI, Stakeholder (Polres dan Kodim 0825), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi”. Seminar sinergitas itu dalam rangka peningkatan cakupan suspect, penurunan angka kesakitan dan kematian akibat tuberculosis (TB) paru di Kabupaten Banyuwangi.

Seminar di gedung tiga lantai itu dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko.  Pelaksana Tugas Kepala Dinkes, dr. Widji Lestariono; Staf Ahli Ir. Pudjo Hartanto; dan Forum Pimpinan Kabupaten tampak hadir. Narasumber adalah AKP Imron, Kasat Binmas Polres dan dr. Ririek Parwitasari, Sp.P, dokter spesialis paru di RSUD Blambangan.

Wabup Yusuf menyampaikan terima kasih kepada semua perawat yang telah berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di Banyuwangi. Setelah seminar sinergitas itu, harap dia, perawat semakin berperan besar dalam peningkatan cakupan suspect, penurunan angka kesakitan dan kematian akibat TB paru. “Tentunya, sinergitas antara perawat dengan para stakelholder, yakni pemerintah dan TNI/Polri akan menjadi kekuatan bersama dalam upaya peningkatan pembangunan kesehatan masyarakat,” cetusnya. 

Ketua DPD PPNI Kabupaten Banyuwangi, Dr. Sismulyanto, SKep, Ners, MKes menegaskan bahwa melakukan sinergitas itu penting, karena perawat adalah ujung tombak di bidang kesehatan. Sebab di setiap instansi kesehatan, yang selalu melakukan tindakan adalah perawat. Jadi, perawat yang lebih cepat tertular penyakit dari pasien. “Sinergitas ini bertujuan agar perawat mendapatkan perhatian. Apalagi banyak perawat yang praktek mandiri,” katanya.

Saat ini, Indonesia menempati rangking 2 terbanyak pengidap TB paru setelah India. Untuk itu, PPNI membangun sistem yang di bawah untuk berkolaborasi terus. PPNI bertugas memberikan pelatihan, dorongan, dan bimbingan dengan melatih tenaga perawat lebih terampil dan agresif dalam meningkatkan cakupan terhadap kesehatan. “Targetnya adalah semakin jelas angka temuan tentang TB dan angka penanganan, serta seperti apa derajat penurunannya,” imbuhnya.(*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia