Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kuliner

Sate Biawak Makin Digemari

Kamis, 29 Mar 2018 10:00 | editor : Bayu Saksono

BAKAR: Gendon membakar sate biawak di tempat mangkalnya di jalan raya Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, kemarin malam (27/3).

BAKAR: Gendon membakar sate biawak di tempat mangkalnya di jalan raya Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, kemarin malam (27/3). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

GAMBIRAN - Sate biawak kini banyak digemari warga, terutama yang ada di wilayah Kecamatan Gambiran. Sebagian warga per­caya, sate jenis ini bisa mengobati penyakit kulit dan menambah vitalitas pria.

Salah satu pedagang sate biawak, Iwan Wahyudi alias Gendon, 43, yang jualan di di pinggir jalan raya Desa Wringinagung, Keca­matan Gambiran mengatakan bahan baku sate di dapat dari war­ga yang bisa memburu biawak. “Ada pengepul biawak,” terangnya.

Gendon mengaku, setiap hari memesan daging biawak untuk dibuat bahan jualan sate ini sebanyak 30 kilogram. Stok biawak itu, setiap hari selalu ada. “Penge­pul biawak itu ada di Rogojampi,” ungkapnya.

Menurut Gendon, sate biawak itu dijual dengan harga Rp 15.000 untuk satu porsi yang berisi se­puluh tusuk. Dia membuka usa­hanya ini mulai pukul 18.00 hingga malam. “Dalam semalam bisa habis 500 tusuk sate biawak,” cetus warga Dusun Jatisari, Desa Wri­ngin­agung itu.

Selain menyuguhkan sate bi­awak, warung sate Gendon itu juga menyediakan tongseng bi­awak. Untuk satu porsi tongseng biawak, dibandrol Rp 20.000 per porsi. “Kalau sate kambing bi­asanya pakai gulai, kalau sate biawak lebih nikmat disantap dengan tongseng biawak,” ce­tusnya.

Untuk daging biawak, jelas dia, teksturnya lebih padat diban­dingkan daging kambing atau ayam. Sedang rasanya juga lebih lezat. “Semalam bisa dapat Rp 1 juta,” ungkapnya. (*)

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia