Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Puti Guntur Mantapkan Tapal Kuda

Rabu, 28 Mar 2018 07:32 | editor : Syaifuddin Mahmud

MANTAPKAN SUARA - Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno bersama Ibu Nyai Hj Djuwairiyah Fawaid (istri alm. KHR Achmad Fawaid As’ad), Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Keduanya memantapkan suara di jaringan relawan perempuan untu

MANTAPKAN SUARA - Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno bersama Ibu Nyai Hj Djuwairiyah Fawaid (istri alm. KHR Achmad Fawaid As’ad), Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Keduanya memantapkan suara di jaringan relawan perempuan untu (TIM PEMENANGAN GUS IPUL-PUTI)

 Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno, nomor 2, semakin memantapkan dukungan di kawasan tapal kuda Jawa Timur. 

Setelah sebelumnya safari di Banyuwangi dengan ditemani Bupati Abdullah Azwar Anas, Selasa kemarin Cawagub Puti Guntur Soekarno turun di Situbondo. Cucu Bung Karno itu langsung menuju Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. 

Puti disambut Ibu Nyai Hj Djuwairiyah Fawaid (istri alm. KHR Achmad Fawaid As’ad), yang juga ibu mertua KHR Ach. Azaim Ibrahimy, pengasuh pondok pesantren. Keduanya diikuti rombongan menuju Makam alm. KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri pondok dan Pahlawan Nasional.

Semasa hidup, Kiai As’ad bersahabat baik dengan Presiden pertama Soekarno, kakek Puti Guntur. Saat berdoa, Puti terlihat hanyut dalam haru. Ia teringat betapa dekatnya persahabatan Bung Karno di masa lalu dengan para ulama.

Doa dipimpin Bu Nyai Hj Makiyah As'ad, putri alm. KHR As’ad Syamsul Arifin. ”Ya Allah apa yang menjadi keinginan Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno, pendiri bangsa ini, bisa menjadi Wakil Gubernur, semoga dapat terwujud. Semoga terpilih bersama Gus Ipul, cicit tokoh NU, sebagai Gubernur,” doa Bu Nyai Hj Makiyah As'ad, diamini seluruh yang hadir.

”Ya Allah, ini bukti baik. KHR As'ad Syamsul Arifin, pejuang bangsa. Bung Karno, pendiri bangsa. Kali ini cucunya Puti Guntur Soekarno bersilahturahim untuk mengingat jasa pahlawan. Datang berziarah di makam pejuang. Untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Semoga di bawah kepemimpinan cucu Bung Karno, Jawa Timur makin maju dan makmur,” lanjut Bu Nyai Makiyah.

Selesai berziarah, Puti Guntur Soekarno mengakui dirinya terbawa perasaan haru yang mendalam, saat berdoa di depan pusara KHR As'ad Syamsul Arifin.

”Saya terharu, karena menemukan lagi tali silaturahim, yang sudah dijalin kakek saya, Bung Karno, dengan keluarga besar KH As'ad Syamsul Arifin,” katanya.

Di pondok pesantren itu, Puti Guntur Soekarno dipertemukan dengan ribuan santriwati. Puti dan Bu Nyai Makiyah dielu-elukan. Ramai dan gegap gempita. ”Adik-adik para santriwati, jangan takut menggantungkan cita-cita setinggi langit. Terus belajar, membuat hidup bermanfaat bagi sesama, bangsa, negara dan agama,” pesan Puti Guntur.

Di Situbondo, Puti Guntur juga menghadiri peresmian Posko Relawan Pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti. Relawan ini dipimpin Bu Nyai Hj Djuwairiyah Fawaid. ”Kita semua bersyukur, peresmian ini dihadiri Mbak Puti, cucu Bung Karno, pasangan Gus Ipul,” kata Bu Nyai Djuwariyah.

Di Situbondo, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno mendapatkan dukungan dari dua pondok pesantren besar, dan pondok-pondok pesantren lain. Selain Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, juga Pondok Pesantren Walisongo Mimbaan yang diasuh KHR Muhammad Kholil As’ad. ”Insya Allah, Gus Ipul-Mbak Puti akan menang,” kata Djuwariyah.

Puti Guntur menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan jaringan perempuan nahdliyin. Ia juga memaparkan sejumlah konsep kebijakan yang telah disusun bersama Gus Ipul. 

”Ada PKH Super, Madin Plus. Kami juga punya rencana membuat Seribu Desa Wisata. Yang penting, kami juga akan menggratiskan pendidikan SMA/SMK Negeri, serta memberikan subsidi untuk sekolah-sekolah swasta. Kami berniat untuk menjamin hak-hak pendidikan anak-anak kita di Jawa Timur,” kata Puti pada para relawan perempuan itu.

Saat safari di Situbondo, Puti Guntur Soekarno didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Situbondo Narwiyoto. Ada pula Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno dan Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur SW Nugroho.

Mereka juga menghadiri Rapat Kerja PDIP Situbondo, di pinggir Pantai Pasir Putih. Dalam orasinya, Puti Guntur berpesan kepada jajaran PDIP untuk bekerja sama dengan kekuatan nasionalis lainnya dan kaum nahdliyin. 

”Kita harus bekerja keras. Jangan lengah. Jangan kecil hati. Kita bergerak terus, sampai kita raih kemenangan di Pilkada Jawa Timur,” kata Puti Guntur pada kader-kader PDIP Situbondo.

(bw/mls/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia