Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Events

Banyuwangi Discovery Panen Apresiasi

Jumat, 23 Mar 2018 16:15 | editor : Bayu Saksono

LIHAT SOAL: Wabup Yusuf Widyatmoko (tiga dari kanan) didampingi Kadispendik Sulihtiyono dan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi berbaur dengan siswa-siswi SD yang mengerjakan soal Banyuwangi Discovery di Taman Blambangan, kemarin.

LIHAT SOAL: Wabup Yusuf Widyatmoko (tiga dari kanan) didampingi Kadispendik Sulihtiyono dan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi berbaur dengan siswa-siswi SD yang mengerjakan soal Banyuwangi Discovery di Taman Blambangan, kemarin. (SHULHAN HADI/RABA)

BANYUWANGI – Taman Blambangan berubah menjadi lautan manusia, kemarin. Sekitar 15 ribu siswa SD mengisi teka-teki masal yang lem­baran soalnya tercetak di koran Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Event yang dikemas dalam Ba­nyuwangi Discovery itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko. Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, Direktur Jawa Pos Radar Banyu­wa­ngi Samsudin Adlawi, dan Kabid TK dan SD Hamami.

Belasan ribu siswa terlihat antu­sias mengerjakan soal Banyuwangi Discovery. Sejak pagi mereka ber­datangan dari berbagai penjuru Banyuwangi. Mereka datang ke Taman Blambangan ada yang naik mobil, bus, atau diantar orang tua. ”Saya senang ikut Banyuwangi Discovery. Pertanyaannya ada yang sulit dan mudah,” ujar Santi, seorang siswi SD yang mengaku dari Kalibaru.

BEBER KARPET: Sebagian siswa-siswi mengerjakan soal-soal Banyuwangi Discovery di dekat kantor pos Banyuwangi, kemarin.

BEBER KARPET: Sebagian siswa-siswi mengerjakan soal-soal Banyuwangi Discovery di dekat kantor pos Banyuwangi, kemarin. (AGUS BAIHAQI/RABA)

Perhelatan Banyuwangi Dis­covery kemarin berjalan meriah. Tidak kurang 15 ribu siswa-siswi dari seluruh daerah di Banyu­wangi berkumpul menjadi satu. Bahkan, sebagian sekolah sengaja me­nyertakan kegiatan ini dengan kegiatan studi wisata ke sejumlah objek di Banyuwangi dan sekitar­nya.

Seperti dilakukan Janafi, Kepala SDN 2 Genteng Wetan. Dia me­ngaku membawa siswa-siswi menggunakan armada bus agar lebih mudah. Selain itu, setelah selesai mengikuti acara Banyu­wangi Discovery, anak-anak akan langsung diajak untuk melihat Waduk Bajulmati. ”Ini kita tadi naik dua bus, nanti mereka akan kita ajak melihat waduk,” ucap Hanafi.

Sementara itu, kesuksesan acara Banyuwangi Discovery mendapat apresiasi tersendiri dari sejumlah pejabat penting Banyuwangi. Salah satunya dari Wabup Yusuf Widyatmoko. Ditemui di sela-sela acara, Wabup menyampaikan rasa senangnya dengan kegiatan ini. ”Ini acara yang bagus sekali teru­tama anak SD,” ujarnya.

Kesuksesan acara ini selain bisa memacu kebersamaan, juga dapat melatih dan mendorong minat baca anak-anak yang kini semakin berkurang. ”Itu untuk minat baca anak-anak, sekarang kan sudah berkurang,” ucapnya.

Menurut Wabup, minat baca yang berkurang menjadi tanggung jawab semua pihak agar minat baca bisa tumbuh lebih meningkat. Jika tidak ada kepedulian, tidak menutup kemungkinan akan terus seperti ini. ”Kalau minat baca ini seperti ini dan kita tidak peduli mendorong, ya akan tetap seperti itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup secara khusus juga menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran yang terlibat dalam kesuksesan acara ini. ”Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi yang telah kerja sama,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulih­tiyono mengatakan, kegiatan ini untuk menanamkan nilai gemar mem­baca. ”Ini dalam rangka mena­namkan nilai-nilai untuk kesukaan membaca kepada anak,” kata Sulih.

Acara ini juga sangat tepat untuk menyongsong gerakan nasional orang tua membaca. Dengan Ba­nyu­wangi Discovery, secara langsung Banyuwangi juga telah mengawali kegiatan untuk meningkatkan minat baca bagi anak. ”Banyuwangi telah men­dahului memulai bagaimana untuk mendorong anak-anak mau sadar membaca,” terangnya.

Selain unsur kognitif, kegiatan Banyuwangi Discovery juga ba­nyak memicu hal bak bagi anak-anak sekolah dasar. Unsur kre­ativitas, berpikir kritis, komunikatif, dan juga elaborasi terjadi dalam satu kesempatan kegiatan Ba­nyuwangi Discovery. ”Anak-anak di sini diajak berpikir kritis, komu­nikatif. Anak-anak dari Wongsorejo dan Kalibaru bertemu dan bekerja sama,” tandasnya. (*)

(bw/sli/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia