Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Hafal Alquran Direkom Jadi Polisi

12 Maret 2018, 17: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

PILIH BACA KORAN: Santri Pondok Modern Gontor Kampus 5 Banyuwangi membaca koran Jawa Pos dan Radar Banyuwangi di sela-sela istirahat siang, kemarin (11/3).

PILIH BACA KORAN: Santri Pondok Modern Gontor Kampus 5 Banyuwangi membaca koran Jawa Pos dan Radar Banyuwangi di sela-sela istirahat siang, kemarin (11/3). (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Santri yang hafal Alquran direkom untuk bisa masuk sebagai anggota Polri. Demikian ditegaskan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat berbicara di depan ribuan santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Kampus 5 Darul Muttaqien, Blimbingsari, kemarin (11/3).

Kedatangan Kapolda Jatim disambut oleh Wakil Pengasuh PMDG Ustad H. Muhammad Syuja’i dan Wakil Direktur Kuliatul Mu’alimin Al Islamiyah (KMI), Ustad Indra Darusman.

Rombongan Kapolda masuk ke dalam Ponpes Gontor kampus 5 pukul 11.45 dengan didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Aditya­warman.

Setelah diterima sejenak di ruang tamu, rombongan langsung melak­sanakan salat duhur berjamaah di masjid yang lokasinya berada di dalam pondok.

Usai menunaikan salat duhur berjamaah. Kapolda Jatim diper­silakan memberikan nasihat di hadapan 1.200 santri yang meme­nuhi masjid.

Dalam sambutannya itu, Kapolda menyampaikan sejumlah pesan kepada ribuan santri untuk tetap giat belajar dan menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. “Kalian adalah generasi penerus tongkat estafet kepimpinan bangsa ini. Oleh karena itu belajarlah yang sungguh-sungguh. Jauhi narkoba,” pesannya.

Para santri hendaknya juga me­miliki rasa nasionalisme dan patri­otisme. Karena rasa cinta tanah air juga bagian dari iman. Meski me­ngenyam pendidikan berada di dalam pondok pesantren, para san­tri juga tidak perlu berkecil hati. Karena, para pemimpin bangsa juga banyak dicetak dan lahir di dalam pondok yang dulunya adalah santri.

Kapolda juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pondok Modern Gontor yang telah ikut membina karakter generasi muda melalui pendidkan ilmu dan akhlak. Apalagi, Indo­nesia juga berada pada kondisi darurat narkoba. “Peran-peran lembaga pendidikan, pondok pesantren sangatlah penting. Terutama dalam ikut menang­gu­langi permasalahan bangsa,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Kapolda Jatim juga siap merekom bagi para santri yang telah hafalan Alquran mulai 10 juz hingga 30 juz untuk direkrut menjadi anggota Polri. “Kita sedang mendatakan betul dari Mabes Polri siapa-siapa yang memiliki kemampuan. Jika memang dari Pondok Gontor memang ada memenuhi per­syaratan, termasuk hafal Alquran, saya akan membuat telescoting termasuk orang yang patut dija­dikan polisi. Saya akan mereko­mendasikan ke Pak Kapolri untuk bisa menerima ini. Mungkin kalau larinya kurang ya dimaklumi saja karena hafal Alquran,” tandasnya terkekeh-kekeh.

Wakil pengasuh PMDG Kampus 5 Darul Muttaqien Banyuwangi Ustad Muhammad Syuja’i menga­takan, tidak ada pesan khusus yang disampaikan oleh Kapolda Jatim selama lawatannya ke pon­dok. “Hanya silaturahim saja. Pak Kapolda kebetulan lewat dan mampir,” katanya.

Bagi pondok Modern Gontor kedatangan tamu, apalagi pejabat, merupakan proses pengajaran dan support untuk anak-anak agar tumbuh berkembang pola pikir, pola sikap, dan pola tingkah laku.

Apalagi, jelas Ustad Syuja’i, Pondok Gontor merupakan se­buah lembaga pendidikan yang membentuk karakter kepribadian anak-anak dimasa yang akan datang lebih mulia.

Mengenai tawaran Kapolda Jatim, bagi santri yang hafal Al­quran bisa masuk menjadi anggota Polri, dia juga cukup mengapresiasi. “Bagi kami, bagaimana anak-anak bisa berposes secara bagus, baik melalui Polri, TNI, ulama, dan cen­dikiawan,” tandasnya. (ddy/aif)

(bw/ddy/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia