Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Harga Sepeda Onthel Kuno makin Melambung

Senin, 05 Mar 2018 16:55 | editor : AF. Ichsan Rasyid

KOLEKTOR: Tentrem mengelap sepeda onthel kuno miliknya di Dusun Kaliwungu, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (4/3).

KOLEKTOR: Tentrem mengelap sepeda onthel kuno miliknya di Dusun Kaliwungu, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (4/3). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

TEGALDLIMO - Pecinta barang antik seperti sepeda ontel, kini semakin menjamur . Mereka itu tidak hanya dari kalangan tua, kawula muda juga banyak yang menggemari dan memburu untuk koleksi pribadi.

Salah satu kolektor sepeda ontel kuno Tentrem, 60, warga Dusun Kaliwungu, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, mengaku di rumahnya menyimpan puluhan sepeda ontel kuno keluaran tahun 1930. “Saya dulu beli di kampung-kampung,” ungkap bapak lima anak itu.

Menurut Tentrem, barang jadul selain dianggap sudah ketinggalan zaman, juga dinilai oleh sebagian orang tidak memiliki nilai ekonomi. Tapi di matanya, sepeda ontel memiliki nilai historis yang cukup tinggi. Karena pada zamannya dulu, sepeda ontel hanya dimiliki oleh kaum bangsawan dan kalangan tertentu.

Kehadiran sepeda ontel di tengah hiruk pikuk barang canggih, terang dia, itu cukup memberikan warna dan nilai estetika tersendiri. Sebagian besar sepeda ontel koleksinya, itu sudah usang dengan cat lusuh dan berkarat. Agar terlihat seperti baru, sepeda onthel miliknya setiap hari dibersihkan menggunakan lap kain bersih. Selain itu, setiap sekali dalam seminggu permukaan bodi sepeda dioles menggunakan semir agar tampak lebih mengkilat. “Kalau dicat baru kurang menarik, pembelinya minta yang masih orisinil,” terang kakek tujuh cucu yang juga jualan sepeda kuno itu.

Untuk harga sepeda onthel itu bervarisi, tergantung jenis, tipe, dan tahun pembuatan. Khusus untuk merek batavus dijual dengan harga Rp 2,5 juta, sedang merek royal dan phoenix dijual mulai Rp 1 juga hingga Rp 1,5 juta per unitnya. “Setiap hari selalu ada saja yang cari dengan datang ke sini,” jelasnya

Para penggemar sepeda onthel itu beragam, mulai Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru, politisi, akademisi, aparat keamanan, wiraswasta, hingga pengangguran. Sepeda onthel, itu salah satu kendaraan yang ramah lingkungan dan memberikan keuntungan seperti bisa menjaga kesehatan. “Ngontel itu sehat, tidak ada polusi dan ramah lingkungan,” tandasnya.(rio/abi)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia