Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

SMK Dukung Penuh Pendirian Pabrik Kereta Api

04 Maret 2018, 21: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

STRATEGIS: Kawasan Depo Kereta di sebelah utara Stasiun KA Banyuwangi Baru, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin. Selain dekat pelabuhan, kawasan ini juga memiliki koneksi rel KA secara langsung dengan Pelabuhan Tanjung Wangi.

STRATEGIS: Kawasan Depo Kereta di sebelah utara Stasiun KA Banyuwangi Baru, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin. Selain dekat pelabuhan, kawasan ini juga memiliki koneksi rel KA secara langsung dengan Pelabuhan Tanjung Wangi. (Bayu Saksono/Radar Banyuwangi)

JawaPos.com – Rencana PT Industri Kereta Api (PT Inka) yang akan membangun pabrik baru di Banyuwangi dengan nilai investasi Rp 600 miliar, direspons positif kalangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Banyuwangi siap mendukung pabrik kereta yang rencananya akan beroperasi tahun 2019 itu.

Ketua MKKS SMK Banyuwangi Paidi mengatakan jika nanti pembangunan pabrik kereta tersebut dilakukan, pihaknya siap mendukung 100 persen. Karena itu, MKKS akan meningkatkan bidang keahlian siswa SMK di Banyuwangi.

Menurut Paidi, selain akan banyak menyerap tenaga kerja, pembangunan pabrik kereta di Banyuwangi juga akan menambah banyak ilmu baru bagi siswa SMK. ”Jika dibutuhkan, siswa SMK di Banyuwangi siap karena sudah berkompeten. Kami masih belum bisa memprediksi berapa persen karyawan yang akan di butuhkan oleh pabrik lokomotif tersebut. Yang pasti pabrik tersebut akan banyak menyerap tenaga kerja dari SMK, khususnya Banyuwangi,” jelas Paidi.

Sayangnya, lokasi pasti di mana pabrik PT Inka akan dibangun, ternyata masih belum jelas. Sejauh ini, wilayah Kecamatan Kalipuro disebut-sebut sebagai bakal lokasi pabrik tersebut. Namun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) justru memberikan statemen yang bertolak belakang.

Kepala Humas PT KAI Daop 9 Jember Luqman Arif saat dikonfirmasi menjelaskan, belum ada rencana untuk pembangunan pabrik kereta di Banyuwangi. Wacana pembangunan pabrik memang sudah beredar di kalangan masyarakat. Tapi, kata dia, PT KAI tidak ada rencana terkait hal tersebut. ”PT KAI tidak punya rencana membangun pabrik lokomotif di Banyuwangi,” tegas Luqman.

Sementara itu, sebagian besar warga Kecamatan Kalipuro belum mendengar rencana pembangunan pabrik tersebut. Meski demikian, warga menyatakan akan mendukung rencana pembangunan pabrik kereta tersebut. Karena pabrik itu dapat menyerap sebagian besar tenaga kerja di sekitar wilayah Kecamatan Kalipuro. ”Tentang rencana pembangunan pabrik kereta, kami belum tahu,” ujar Ridwan, 40, warga Kelurahan/Kecamatan Kalipuro.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Industri Kereta Api (Inka) berencana membuka pabrik baru di Bumi Blambangan.     Tidak tanggung-tanggung, PT Inka menyiapkan investasi senilai Rp 600 miliar untuk membangun pabrik itu. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2019 mendatang.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Inka Mohamad Nur Sodiq saat berkunjung ke Banyuwangi 20 Oktober 2017 silam mengatakan, PT Inka merupakan satu-satunya industri kereta api di Indonesia dengan kinerja yang terus berkembang. Selain memenuhi kebutuhan kereta api domestik, PT Inka juga banyak menerima pesanan ekspor gerbong kereta api dari berbagai negara. ”Sebagai satu satunya pabrik kereta api nasional dengan lokasi pabrik di Madiun, saat ini kapasitas kami over load. Maka, kami mencari lokasi untuk pengembangan perusahaan. Dengan berbagai pertimbangan, lokasi yang akhirnya kami tetapkan Banyuwangi. Untuk itu, kami meminta dukungan dari pemerintah daerah,” ujarnya saat diterima Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko di kantor Pemkab Banyuwangi, 20 Oktober 2017 silam.

Sodiq mengatakan, saat ini pesanan kereta api yang tengah ditangani oleh PT Inka cukup banyak, baik permintaan domestik maupun luar negeri. Untuk domestik saja, kata Sodiq, ada beberapa proyek yang tengah digarap. Antara lain proyek KRL Bandara Soekarno Hatta-Sudirman, LRT di Palembang yang disiapkan untuk SEA Games, LRT Jabodetabek, juga ada proyek dari PT KAI untuk mengganti gerbong-gerbong kereta yang usianya sudah tua. ”Kami juga tengah mengerjakan pesanan kereta api dari beberapa negara. Salah satunya Bangladesh. Kami juga ikut tender di Zambia, Srilanka, dan Nigeria. Selama ini, kami juga telah memenuhi pesanan kereta dari semua negara di ASEAN. Maka kami butuh pabrik yang lebih besar lagi untuk membangun semua kereta-kereta tersebut,” bebernya.

Sodiq menambahkan, rencana awal pabrik Inka di Banyuwangi akan ditempatkan di lahan milik BUMN di wilayah Kalipuro. ”Kami sudah lapor ke Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beliau (Menteri BUMN) mendukung karena lahannya juga milik perusahaan BUMN, jadi urusannya akan lebih mudah,” ujarnya.

Lokasi di wilayah Kecamatan Kalipuro tersebut dinilai telah memenuhi berbagai syarat strategis yang dibutuhkan oleh PT Inka, khususnya untuk memenuhi pesanan ekspor. Salah satunya dekat dengan Pelabuhan Tanjung Wangi yang diharapkan memudahkan pengiriman ekspor. Selain itu, lokasi juga dekat dengan jaringan rel KA. ”Di lokasi tersebut infrastruktur pendukungnya lengkap. Jarak dengan pelabuhan sangat dekat. Selain itu di master plan Banyuwangi, wilayah tersebut direncanakan dilewati oleh jalan tol. Sangat efisien,” ujar Sodiq.

Sodiq menargetkan pembangunan industri dengan nilai investasi mencapai Rp 600 miliar itu mulai dibangun Maret 2018 dan akan mulai beroperasi pada semester dua tahun 2019. Nantinya, pabrik yang dibangun di Banyuwangi tersebut akan dijadikan pabrik kereta berbahan dasar stainless steel dan aluminium. ”Tidak tertutup kemungkinan Banyuwangi akan menjadi main industry PT Inka. Tapi yang jelas kami akan memiliki dua pabrik besar di Madiun dan Banyuwangi,” tutur Sodiq.

Sodiq memproyeksikan industri Inka di Banyuwangi bisa menyerap hingga seribu tenaga kerja. Dia berharap kebutuhan tenaga kerja tersebut bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi. Bahkan, dia berharap ke depan Banyuwangi bisa membangun SMK Kereta Api selain SMK Perkapalan yang sudah ada sekarang. ”Tenaga kerja perkeretaapian memang membutuhkan spesialisasi khusus. Selama ini untuk memenuhi tenaga kerja di Madiun saja kekurangan. Maka kami akan bekerja sama dengan SMK yang ada di Banyuwangi untuk bisa menyuplai tenaga kerja bagi Inka,” ujar Sodiq.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia