Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Harga Daging Ayam Potong Naik

Sabtu, 03 Mar 2018 14:15 | editor : Bayu Saksono

MULAI MAHAL: Salah seorang pedagang ayam potong melayani pembeli di pasar Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, kemarin (2/3).

MULAI MAHAL: Salah seorang pedagang ayam potong melayani pembeli di pasar Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, kemarin (2/3). (BAGUS RIO/JPRG)

SRONO - Harga daging ayam potong di pasar Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, sejak sepekan lalu naik. Kenaikan harga itu karena minimnya pasokan ayam dari peternak. Harga daging ayam yang sebelumnya hanya Rp 24 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 28 ribu per kilogram, kemarin (2/3).

Salah seorang pedagang daging ayam di pasar Srono, Maryamah, mengatakan stok ayam pedaging di pasar masih terjaga. Hanya saja, ayam-ayam pedaging itu banyak didatangkan dari peternak luar Banyuwangi, seperti dari Jember, dan Situbondo. “Peternak Banyuwangi minim yang panen, jadi harus ambil ayam dari luar kota,” katanya.

Dari segi kualitas, terang dia, ayam pedaging dari peternak lokal dengan luar Banyuwangi tidak beda. Hanya saja, mereka khawatir adanya virus atau penyakit yang tidak terdeteksi sebelum dipotong. “Kita datangkan dari luar daerah, jadi harus tambah biaya angkut,” dalihnya.

Hal senada juga diungkapkan, Sundari, pedagang ayam potong di pasar Srono itu menyebut harga ayam potong naik sejak lima hari lalu. Naiknya harga ayam potong itu, masih belum berpengaruh terhadap minat pembeli. “Pelanggan masih tetap dan mau mengerti dengan naiknya harga tersebut,” kata perempuan 42 tahun tersebut.

Sementara itu, Maya Putri, warga Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, mengaku memilih membeli ayam kampung dalam kondisi hidup. Selain terjamin kualitasnya, dari sisi rasa juga lebih nikmat dibanding ayam potong. “Saya suka ayam kampong,” ujarnya.

Dari segi harga, terang dia, ayam kampung tidak terlalu mahal dibanding ayam potong. Untuk satu ekor ayam kampung, harganya berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 65 ribu, tergantung besar dan kecilnya ayam. “Kalau belim ayam masih hidup itu tahu kondisinya, dan terjamin kehalalannya karena dipotong sendiri,” tandasnya. (*)

(bw/rio/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia