Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik

Ibu Hamil Tidak Wajib Minum Susu

28 Februari 2018, 13: 40: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Siti Qomariyah

Siti Qomariyah (JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI – Ibu hamil membutuhkan nutrisi dan energi yang lebih besar dibandingkan saat kondisi normal. Kebutuhan kalori, protein, kalsium, mineral, dan vitamin menjadi sangat vital saat proses kehamilan berlangsung. Beberapa ibu hamil kemudian biasanya menambah asupan gizi yang diperlukannya dengan minum susu. 

Hanya saja pertanyaannya kemudian, perlukah susu tersebut dalam menunjang kelancaran kehamilan? ”Ibu hamil memang perlu makanan tambahan. Saat hamil, ibu tidak memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri tetapi juga janin yang dikandung,” ujar Bidan Siti Qomariyah.

Dalam susu terkandung aneka jenis nutrisi yang dibutuhkan ibu seperti kalori, protein, kalsium, vitamin, dan mineral. Dengan kandungan yang dimilikinya itu, bisa dibilang bila susu merupakan makanan yang hampir sempurna. Tidak heran bila banyak ibu hamil menjadikan susu sebagai ”makanan alternatif” dalam pemenuhan gizi. 

Artinya, kata Qomariyah, susu bagi ibu hamil tidak wajib. Meski kaya nutrisi, susu minim kandungan zat besi yang justru sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Kekurangan zat besi bisa membuat ibu mengalami anemia dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin. 

Susu sendiri juga menimbulkan efek kenyang. Ini disebabkan kandungan protein dalam susu lebih sulit diserap oleh lambung dibandingkan karbohidrat maupun vitamin dan mineral. Karena itu, anjuran minum susu bagi ibu hamil cukup dua gelas dalam sehari.

Meski telah minum susu, ibu hamil juga tetap disarankan mengonsumsi makan sehat dan seimbang. Pemenuhan makanan yang bergizi lengkap dan seimbang juga perlu. Sebab susu hanya sebagai pelengkap pemenuhan nutrisi saja. ”Jangan menganggap minum susu sudah beres. Makan dengan gizi lengkap dan seimbang lebih utama,” imbuhnya.

Cara mudah mengetahui kebutuhan ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan secara rutin atau ante-natal care (ANC) minimal delapan kali selama kehamilan. Rinciannya lima kali pada triwulan ketiga. Sedangkan untuk kehamilan berisiko, kata Qomariyah, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan 12 kali selama kehamilan. ”Rinciannya sekali dalam sebulan hingga usia kehamilan tujuh bulan. Dan setiap dua minggu pada usia kehamilan 28 minggu sampai 32 minggu. Selanjutnya tiap minggu usia kehamilan 32 minggu sampai melahirkan,” bebernya. (nic/bay)

(bw/nic/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia