Sabtu, 15 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik

Bari Harapan Baru bagi Penderita Parkinson

27 Februari 2018, 17: 51: 38 WIB | editor : Ali Sodiqin

dr Achmad Fahmi SpBS, spesialis Parkinson dan Movement Disorder ini merupakan putra Banyuwangi.

dr Achmad Fahmi SpBS, spesialis Parkinson dan Movement Disorder ini merupakan putra Banyuwangi. (Sidrotul Muntoha/Radar Banyuwangi)

JawaPos.com - Siapa sangka dr Achmad Fahmi SpBS, spesialis Parkinson dan Movement Disorder, adalah putra Banyuwangi. Achmad Fahmi adalah cucu dari Habib Achmad bin Agil Ba’abud. Alumni Fakultas Kedokteran Unair ini dikenal sebagai salah satu spesialis bedah saraf di Indonesia yang menguasai teknik pembedahan Parkinson dan Movement Disorder dengan teknik thalamotomy dan stereotaktik, yang biasa disebut dengan Stereotactic Brain Lesion.

Metode pembedahan yang pertama kali di Asia Tenggara ini memiliki kelebihan meminimalkan luka bedah dan terapi tanpa mengonsumsi obat sama sekali. Putra Habib Umar bin Agil Ba’abud ini menjelaskan, hingga kini penyebab utama penyakit parkinson belum diketahui.

Penyakit yang menyerang salah satu organ otak dan membuat zat dopamin menurun ini bersifat progresif. Semakin lama penderitanya akan semakin parah. ”Dulu penyakit ini diderita mereka yang berusia 60 tahun. Kini sudah ditemukan penderita parkinson di usia 30 tahun. Bila dulu penderita tergantung obat, kini ada harapan baru dengan dua metode operasi sudah bisa dilakukan,” kata pria yang biasa dipanggil Habib Fahmi ini.

Fahmi memberikan tips agar tidak mudah terkena penyakit parkinson. Salah satunya adalah healthy lifestyle (pola hidup sehat). Selain olahraga, menjaga pikiran agar selalu happy tetap harus dijaga. ”Yang paling penting harus selalu happy,” kata dokter yang meraih rekor Muri atas jasanya yang memberikan harapan baru bagi penderita parkinson ini.



(bw/rri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia