Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

RS Islam Fatimah Gandeng Dinkes Tangani TB

Selasa, 13 Feb 2018 11:40 | editor : AF. Ichsan Rasyid

Suasana pelatihan penanganan penyakit TBC di aula lantai 2 RSI Fatimah Banyuwangi, Kamis lalu (8/2).

Suasana pelatihan penanganan penyakit TBC di aula lantai 2 RSI Fatimah Banyuwangi, Kamis lalu (8/2). (RSI FATIMAH FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Tuberkulosis atau TB masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Berdasar data WHO Global Tuberculosis Report tahun 2016, TB di Indonesia menempati posisi kedua dengan beban TB tertinggi di dunia.

TB di Indonesia juga merupakan penyebab nomor empat kematian setelah penyakit kardiovaskuler. Kondisi ini merekomendasikan strategi DOTS sebagai salah satu langkah yang paling efektif dan efisien dalam penanggulangan TB.

Pelaksanaan DOTS di rumah sakit mempunyai daya ungkit dalam penemuan kasus (care detection rate, CDR), angka keberhasilan pengobatan (cure rate), dan angka keberhasilan rujukan (success referral rate).

TB DOTS merupakan salah satu indikator mutu penerapan standar pelayanan rumah sakit. Fokus utama DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien, prioritas diberikan kepada pasien TB tipe menular.

Dengan maraknya kasus–kasus tersebut, RSI Fatimah Banyuwangi harus terus meningkatkan kemampuan, baik SDM maupun penyediaan sarana prasarana. Peningkatan SDM bisa ditempuh dengan pelatihan. Karena itu, maka Bagian Diklat RSI Fatimah mengadakan Pelatihan TB (TB DOTS). Pelatihan ini diadakan pada hari Kamis, 8 Februari 2018 di aula Lantai 2 RSI Fatimah.

Pelatihan dimulai pada pukul 12.00 dan dibuka secara resmi oleh Direktur RSI Fatimah Dr Selamat Widodo MKes SpOG. Acara pembukaan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh petugas dari Dinas Kesehatan Banyuwangi, yaitu Sudarto SNN SKM MKes dan Abdullah Zaini Amd K.

Kesimpulan materi yang diberikan adalah TB masih menjadi masalah di Banyuwangi. Diharapkan ke depan, rumah sakit di Kabupaten Banyuwangi dapat melaksanakan Program TB dengan Strategi DOTS dan diperlukan jejaring dan kerja sama dalam penanggulangan TB, sehingga Banyuwangi bebas TB tahun 2030.(*/bay/c1)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia