Jumat, 18 Jan 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Catatan Pinggir

Menjadi Penikmat, Bukan Peminum

Oleh: Ali Sodiqin

31 Januari 2018, 18: 50: 51 WIB | editor : Ali Sodiqin

Menjadi Penikmat, Bukan Peminum

Kopi, siapa pun tahu minuman khas yang satu ini. Kopi bagi sebagian orang adalah awal dari segala-galanya. Tiada hari tanpa secangkir kopi. Ini bukan berlebihan atau mengada-ada. Tapi sejak zaman nenek moyang, banyak orang yang bisa dikatakan maniak terhadap jenis minuman yang satu ini. Dalam sehari, berjuta-juta gelas kopi, tersaji di setiap rumah penduduk. Tak hanya pagi, tapi juga siang, sore, bahkan malam hari.

Tetapi, dari sekian juta peminum kopi, sudahkah mereka menjadi penikmat kopi? Tentu saja tidak. Sebab, kopi merupakan karya seni. Seni berminum, seni meracik, dan seni menyajikan. Peminum biasanya tidak akan bisa menikmati aroma dan kekhasan cita rasa kopi, seperti kenikmatan yang diperoleh seorang penikmat kopi. Penikmat kopi tak harus meminum kopi. Cukup dengan mencium aromanya, segelegak kenikmatan kopi sudah dapat dia rasakan.

Ini tentu sangat berbeda dengan peminum kopi kebanyakan kita jumpai di warung-warung. Peminum rata-rata tidak mempermasalahkan dari mana asal biji kopi. Yang terpenting dia bisa meminum kopi, rasanya enak, mantap, dan bikin tidak ngantuk. Sementara bagi penikmat, dia akan mencari informasi tentang kopi yang akan diminumnya. Dari mana asalnya, bagaimana cara mendapatkan bijinya, seperti apa cara pengolahannya, bagaimana pembakarannya, tata cara menghidangkannya, hingga seperti apa cara meminumnya.

Peminum kopi biasanya akan membeli kopi yang berharga murah. Dia tidak akan berkomentar terkait minuman yang baru saja ditenggaknya. Berbeda dengan penikmat, dia tidak akan mempermasalahkan berapapun harga secangkir kopi yang diminumnya. Itu karena kopi adalah karya seni. Seni cita rasa. Seni tidak bisa dihargai dengan uang. Uang tidak bisa disandingkan dengan seni. Karena itu, kopi bercita rasa tinggi menjadi buruan penikmat kopi dunia. Berapapun harganya, dia akan beli. Bahkan, jika sudah gandrung pada jenis dan asal kopi tertentu, sulit baginya untuk menerima kopi dari luar.

Di balik hitamnya warna kopi, juga manfaat bagi sang peminum. Salah satunya adalah, kafein yang terkandung dalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam teh, cola, coklat, minuman berenergi (energy drink), maupun obat-obatan.

Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi 15 menit sebelum Anda melakukan aktifitas yang memerlukan adan membuka file di otak. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan. Karena kafein yang terdapat pada kopi terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.

Itu adalah satu dari sekian banyak manfaat bagi peminum. Nah, bisakah mulai sekarang Anda memulai hari-hari dengan secangkir kopi? (*)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia