Selasa, 23 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Dapat Kiriman Uang dari Luar Negeri, Tertipu Rp 200 Juta

Sabtu, 27 Jan 2018 18:45 | editor : AF. Ichsan Rasyid

Dapat Kiriman Uang dari Luar Negeri, Tertipu Rp 200 Juta

SITUBONDO – Jangan mudah percaya dengan “janji manis” melalui media sosial (medsos). Bisa saja itu hanya bualan saja alias modus penipuan. Lumintuning Tyas Utami, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih telah mengalaminya.

Karena percaya dengan kabar melalui pesan singkat yang diterimanya lewat Facebook (FB), dia kehilangan uang sebesar Rp.210 juta. Itu karena dia percaya dengan pesan yang diterimanya melalui masenger yang mengabarkan kalau dirinya mendapatkan kiriman uang dari luar negeri. Ialah akun FB Maison David yang mengirimnya pesan tersebut.

Akun FB itu ternyata penipu. Kabar adanya kiriman uang dari luar negeri itu hanya modus untuk melakukan penipuan. Kenyataannya, korban tidak mendapatkan uang yang dijanjikannya hingga sekarang.

Karena itu, Utami memilih upaya hukum. Dia melaporkan akun FB Maison David ke Polres Situbondo dengan tindak pidana penipuan. Saat ini, polisi masih mencari keberadaan terlapor.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo menerangkan, kejadian penipuan ini terjadi pada tanggal 27 November lalu. “Terlapor menghubungi pelapor melalui masenger. Dimana terlapor memberitahu bahwa pelapor memiliki kiriman barang  yang berisi uang dari luar negeri,” ujarnya.

Nanang menceritakan, pelaku meminta Utami untuk mentransfer uang melalui empat nomor rekening yang berbeda. Terlapor beralasan, uang tersebut untuk proses pengiriman agar bisa sampai ke alamat korban. “Kemudian korban mentransfer uang sebesar Rp.210 juta,” katanya.

Sayangnya, uang tidak juga diterima Utami hingga waktu yang dijanjikan. Sebab, terlapor berjanji uang akan sampai paling lambat 30 hari. “Namun hingga sekarang tidak sampai-sampai. Karena itu langsung melapoor,” terang Nanang.

Nanang mengaku, pihaknya saat ini terus melacak keberadaan pelaku. Nanang mengatakan, polisi sudah mendapatkan nomor HP pelaku. “Polisi pasti akan hati-hati melacak karena pelakunya kemungkinan sudah profesional,” pungkas Nanang. (bib)       

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia