Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Tanaman Cabai Banyak Membusuk

Kamis, 25 Jan 2018 11:35 | editor : AF. Ichsan Rasyid

TANAM: Bayati menanam jagung di lahan pertanian yang disewa untuk mengurangi kerugian, di Dusun Penawar, Desa Ketapang, kemarin (24/1).

TANAM: Bayati menanam jagung di lahan pertanian yang disewa untuk mengurangi kerugian, di Dusun Penawar, Desa Ketapang, kemarin (24/1). (KRIDA HERBAYU/JAWAPOS.COM)

KALIPURO – Intensitas curah hujan yang tinggi membuat sejumlah petani Dusun Penawar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro merugi. Petani menderita kerugian cukup besar karena tanaman cabai yang masih produktif mati akibat tergenang air hingga batangnya membusuk.

Sejatinya, tanaman cabai itu masih produktif menghasilkan buah berkualitas tinggi. Namun, karena batangnya membusuk maka secara otomatis buahnya rontok sebelum usia panen.

Tanaman cabai yang tidak lagi berbuah membuat para petani berpikir keras. Di Dusun Penawar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, kini banyak petani yang merombak lahan cabainya dan beralih menanam jagung. Hal Ini dilakukan karena pada awal musim tanam, tanaman cabai banyak yang mati dan mengering akibat terus-terusan diguyur hujan.

”Karena sering tergenang air, batangnya membusuk kemudian mengering,” ujar salah seorang petani, Bayati kemarin. 

Bayati menuturkan, saat ini lahan cabai yang disewanya sudah mati 100 persen. Untuk memperkecil kerugian, maka petani mengganti dengan tanaman jagung. ”Mau saya tanam jagung karena hujannya semakin deras dan cabainya mati,” ujar Bayati.

Biasanya cabai yang dijual para pedagang di pasaran dibeli langsung dari petani. Namun, banyak tanaman cabai milik petani yang mati membuat petani putus asa dan pasokan semakin berkurang.

Imam, petani cabai di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo mengatakan, untuk musim tanam tahun ini, petani mengalami kesulitan menanam cabai. Penyebabnya, curah hujan beberapa hari ini membuat lahan tergenang air hujan. ”Saya membabat habis tanaman cabai di lahan seluas lima hektare dan sekarang saya tanam jagung saja,” ungkap Imam.

Kondisi tersebut berdampak juga pada pasokan cabai di pasaran yang akhirnya menurun. Akibatnya, harga cabai di beberapa pasar Banyuwangi melambung hingga Rp 40 ribu per kilogram (kg). ”Pasokan cabai di pasaran menurun, karena banyak petani yang tidak tanam cabai. Untuk harga sekarang masih bertahan di harga Rp 30.000 hingga Rp 32.000,” tandas Khotimah, salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi. (kri/afi/c1)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia