Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Otomotif

Banyuwangi Segera Punya Pabrik Kereta Api

21 Januari 2018, 11: 20: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Kereta api melaju menuju Stasiun Banyuwangi Baru.

Kereta api melaju menuju Stasiun Banyuwangi Baru. (Rendra Kurnia/JPRB)

JawaPos.com - Banyuwangi segera memiliki pabrik kereta api. PT Industri Kereta Api (Inka) segera membangun pabrik baru di kabupaten The Sunrise of Java ini. Tidak tanggung-tanggung, lahan seluas 80 hektare (Ha) telah disiapkan untuk keperluan pembangunan pabrik tersebut.

Pabrik baru PT Inka di Banyuwangi itu digadang-gadang bakal lebih besar dibandingkan pabrik induk Inka di Madiun. Bukan itu saja, pabrik baru yang berlokasi di ujung timur Pulau Jawa ini juga bakal dioperasikan sebagai pabrik spesialis pembuatan kereta berpenggerak alias lokomotif dan kereta untuk pasar ekspor.

Senior Manager Secretary Public Relation PT Inka Cholik Mochamad Zam-Zam mengatakan, proses pengadaan lahan untuk keperluan pembangunan pabrik PT Inka di Banyuwangi sudah tuntas. PT Inka telah mengakuisisi lahan seluas 80 hektare (Ha) dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di dekat Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. ”Nota kesepahaman (MoU) pembelian dengan PTPN XII sudah klir,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (19/1).

Cholik menuturkan, PT Inka telah mendapat rekomendasi dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk perluasan dan peningkatan kapasitas produksi. ”Nah, pembangunan pabrik di Banyuwangi dilakukan dalam rangka menambah kapasitas produksi tersebut,” akunya.

Mengapa Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik baru PT Inka? Menurut Cholik, pembangunan pabrik di kabupaten ujung timur Pulau Jawa strategis untuk ekspansi perusahaan serta memangkas ongkos pengiriman kereta yang diekspor. Sebab, ongkos pengiriman kereta-kereta ekspor dari Madiun-Surabaya membutuhkan biaya yang cukup tinggi. ”Bila pabrik ekspor kereta berada di Banyuwangi maka otomatis biaya pengiriman akan lebih hemat. Apalagi Banyuwangi sendiri sudah memiliki dermaga. Kondisi itu juga menjadikan INKA makin mampu bersaing dalam persoalan harga dengan produk di luar negeri,” bebernya.

Cholik menuturkan, selain lahan yang telah tersedia, aspek legal pembangunan pabrik di Banyuwangi juga sudah tuntas. Karena itu, pembangunan pabrik sepur di Bumi Blambangan ini akan secepatnya dimulai.”Sehingga insya Allah akhir 2019 pabrik di Banyuwangi sudah mulai produksi,” kata dia.

Lebih jauh dikatakan, pabrik PT Inka di Banyuwangi bakal dikhususkan untuk kereta berpenggerak alias lokomotif dan kereta ekspor. Sejauh ini PT Inka telah mengekspor kereta api ke wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, maupun Australia. ”Dalam waktu dekat kami juga mengekspor kereta api ke Zambia,” kata Cholik.

Sementara itu, Cholik mengaku dana yang akan digunakan untuk membangun pabrik di Banyuwangi merupakan bagian dari Penanaman Modal Negara (PMN) yang diterima PT Inka pada 2017. ”Pada 2017, PT Inka dapat PMN Rp 1 triliun. Sebagian untuk peningkatan kapasitas di PT Inka Madiun dan sebagian untuk akuisisi dan pembangunan lahan di Banyuwangi,” tuturnya.

Sementara itu, sumber lain menyebut investasi yang akan ditanamkan PT Inka untuk pembangunan pabrik di Banyuwangi mencapai Rp 600 miliar.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia