Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Maret, 20 Ribu Ha Tanaman Padi Panen

Minggu, 21 Jan 2018 03:00 | editor : AF. Ichsan Rasyid

Maret, 20 Ribu Ha Tanaman Padi Panen

BANYUWANGI- Rencana pemerintah melakukan impor beras, tampaknya akan menjadi hantu yang menakutkan bagi sejumlah petani. Betapa tidak, saat petani sedang menunggu datangnya panen raya, pemerintah malah berencana melakukan impor beras dari negara lain.

Selama ini, produksi padi Banyuwangi selalu surplus untuk memenuhi kebutuhan pangan warga paling timur pulau Jawa ini. Bahkan, stok beras Banyuwangi yang tersedia di gudang Bulog hingga bulan ini mencapai 35 ribu ton. Dengan stok itu, maka persediaan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dalam dua tahun ke depan.

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan mengatakan, musim panen raya padi di Banyuwangi akan berlangsung pada bulan Maret dan April mendatang. Luas lahan tanaman padi yang akan panen pertama tahun 2018 mencapai 20.106 hektare (ha).

Dari luas tanaman padi itu, kata Arief, akan menghasilkan produksi gabah sebanyak 130.104 ton gabah. Perkiraan hasil produksi gabah itu dengan asumsi setiap satu hektare tanaman padi akan menghasilkan gabah 6,5 ton. ”Sebanyak 130.104 gabah setara dengan 78.062 ton beras,” kata Arief.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, warga Banyuwangi tidak perlu ada pasokan dari luar daerah apalagi luar negeri. Produksi lokal, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Dalam beberapa waktu terakhir ini, Bulog mengirim beras produksi Banyuwangi ke beberapa daerah, seperti Bali dan beberapa daerah di NTT. Pengiriman beras itu dalam rangka untuk memenuhi cadangan beras di daerah tujuan. (afi/c1)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia