Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Sistem Online PBSI Terkendala ID Atlet

Kamis, 18 Jan 2018 12:00 | editor : Ali Sodiqin

MULAI DITERAPKAN: Pengurus PBSI Banyuwangi mengikuti pelatihan software dari PB PBSI, Senin (15/1).

MULAI DITERAPKAN: Pengurus PBSI Banyuwangi mengikuti pelatihan software dari PB PBSI, Senin (15/1). (Dedi Susanto for RaBa)

JawaPos.com – Mulai tahun ini, PBSI Banyuwangi akan mulai menerapkan sistem online di seluruh aktivitasnya. Mulai dari penjurian dan penilaian dalam kejuaraan, database atlet, hingga ekspos agenda-agenda kejuaraan.

Sayangnya, pelaksanaan sistem tersebut saat ini masih mengalami kendala. Karena, sekitar 50 persen dari atlet yang ada di Banyuwangi masih belum memiliki nomor ID. Padahal, saat ini seluruh aktivitas atlet yang ada masuk ke dalam database online. Baik keikutsertaan mereka dalam kejuaraan maupun, perangkingan peringkat atlet.

”Saat ini atlet kalau mau bertanding ke luar kota atau kejuaraan resmi PBSI harus memiliki ID. Jadi mereka tidak membawa lagi berkas seperti ijazah, akta kelahiran, dan lainnya. Tapi masih banyak klub yang atletnya belum ber-ID. Jadi kita agak kesulitan juga,” ujar Sekretaris PBSI Dedi Susanto.

Padahal, kata Dedi, cabornya sudah mempersiapkan beberapa kejuaraan yang akan dilengkapi dengan sistem online. Mulai dari pendaftaran, penjurian, hingga skoring selama pertandingan.

”Kemarin kita bersama sembilan kabupaten lain di Jatim mendapat pelatihan software PBSI dari Kabid Pertandingan PB PBSI Ediyanto Sabarudin. Nantinya, semua agenda PBSI akan dikemas secara online, jadi peringkat atlet secara nasional, data atlet secara nasional, bahkan undangan kejuaraan juga disebar secara online. Dan ini rencananya akan kita terapkan sejak tahun ini,” tegasnya.

Kabid Pertandingan PBSI Banyuwangi Marki Sandi menambahkan, nantinya atlet yang tidak memiliki ID tidak akan bisa mengikuti pertandingan di luar daerah. Karena semua sistem akan tergabung secara online, dan hanya atlet ber-ID saja yang bisa bertanding. ”Ini memang memudahkan karena panitia tidak membutuhkan banyak persyaratan seperti berkas-berkas,” imbuhnya.

Di Banyuwangi sendiri, imbuhnya, dari 350 atlet yang dibina 9 klub, sudah 50 persennya memiliki ID. Sisanya menurutnya belum memiliki. Karena itu dia berharap tahun ini semuanya bisa tuntas agar atlet tidak memperoleh kesulitan untuk mengembangkan kegiatan mereka.

”Sebenarnya untuk pendataan ID sudah kita mulai awal tahun lalu, hanya saja masih ada beberapa kendala. Karena untuk ID ini minimal ada syarat KK, akta, ijazah, NISD, dan surat pernyataan kebenaran usia. Biasanya yang belum punya ini atlet yang masih usia dini atau yang memang tidak pernah main di luar kabupaten. Jadi mereka belum memiliki ID,” tegasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia