Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Menopause Dimulai di Usia 50 Tahun

Sabtu, 13 Jan 2018 09:10 | editor : Ali Sodiqin

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.com)

BANYUWANGI – Menua merupakan mekanisme alam yang dialami semua makhluk hidup, tidak terkecuali manusia. Salah satu proses penuaan yang dialami kaum hawa yakni dengan datangnya menopause. Proses ini ditandai dengan haid terakhir yang masih dipengaruhi oleh hormon reproduksi.

Menopause biasanya terjadi menjelang atau pada usia 50 tahun. Dalam kondisi tersebut, perempuan tidak mengalami menstruasi lagi dalam kurun 12 bulan tanpa disertai intervensi tertentu. ”Menopause biasanya terjadi sekitar umur 45 tahun hingga 55 tahun. Penyebabnya, kadar estrogen yang menyebabkan periode menstruasi tidak teratur,” beber dokter Finda Ferdiana.

Menurut Finda, ada tiga periode menopause yang dihadapi perempuan. Pertama fase pra-menopause (klimakterium). Ini merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. Pada fase klimakterium biasanya dialami pada wanita usia 48 tahun sampai 55 tahun. Periode ini terjadi dalam durasi empat hingga lima tahun . Keluhan-keluhan yang dialami biasanya berupa perubahan psikologis dan kejiwaan.

Fase selanjutnya yakni menopause. Fase ini berlangsung antara periode tiga hingga empat tahun, dengan gejala perubahan pada fisik dan kejiwaan semakin terlihat.

Fase terakhir yakni pasca-menopause. Pada fase ini individu telah mampu menyesuaikan dengan kondisinya sehingga gangguan fisik dan keluhan makin berkurang. Fase ini biasanya terjadi di usia 60 tahun hingga 65 tahun.

Dampak menopause, seorang wanita mengalami perubahan pada organ kewanitaan. Perubahan itu di antaranya ovarium menjadi mengecil dan mengalami penurunan fungsi. Di mana fungsi ovarium untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesterone. Penyebabnya karena kekurangan hormon. ”Ovarium berhenti memproduksi sel telur,” ujarnya.

Perubahan selanjutnya pada tuba falopi. Fibrae pada tuba menjadi lebih pendek, menipis, dan mengerut. Selanjutnya, organ uterus atau rahim mengalami atrofi karena penurunan fungsi, sehingga tidak bisa menjadi tempat implantasi. Organ lainnya cervix menjadi mengerut dan pada vagina terjadi penipisan dinding vagina, serta pengeringan lendir. ”Ini sebabnya perempuan yang menopause akan merasa kesakitan saat berhubungan badan dengan suami,” katanya.

Organ lain yang terdampak yakni vulva yang mengalami penipisan jaringan lemak, serta penipisan kulit di sekitar vulva. Termasuk juga organ payudara mulai mengerut dan lembek karena jaringan lemak di payudara mulai berkurang. Puting susu juga mulai mengecil serta keriput. Ini menjadi penyebab wanita tidak percaya diri terhadap penampilannya.

Untuk mengatasi keluhan selama menopause seorang perempuan wajib mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung asam lemak omega-3, asam folat, zat besi, kalsium, dan vitamin. Ada baiknya tetap menjalankan olahraga secara teratur dan gaya hidup sehat. ”Konsultasikan dengan dokter untuk tetap sehat dan aktif selama menopause,” sarannya.

(bw/nic/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia