Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Lifestyle

Simpan Kiling Berusia Lebih 100 Tahun, Satu Kiling Dihargai Rp 1 Juta

Selasa, 02 Jan 2018 11:15 | editor : Ali Sodiqin

PAMERKAN: Abdul Rifai menunjukkan kiling yang berusia 100 tahun lebih di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

PAMERKAN: Abdul Rifai menunjukkan kiling yang berusia 100 tahun lebih di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. (Krida Herbayu/JPRB)

Tradisi panjer kiling tersebar di beberapa wilayah di Banyuwangi, khususnya untuk masyarakat Oseng. Tidak semua orang bisa  membuat kiling. Hanya beberapa orang yang kini masih bertahan membuat kiling.

Salah satu pembuat kiling itu adalah Sutari, 77, warga Dusun Kemiren Barat, RT04, RW02, Desa Kemiren, Glagah. Sutari mulai membuat kiling sejak berumur 35 tahun. Untuk menghasilkan sebuah kiling yang tahan lama dan menghasilkan suara yang bagus diperlukan sebuah kayu yang berkualitas.

”Hanya kayu meranti yang dapat bertahan lama. Karena di hutan sangat jarang sekali maka sekarang biasanya menggunakan kayu rambutan dan mahoni,” ujar Sutari.

Untuk membuat satu kiling, Sutari hanya membutuhkan waktu satu hari saja. Hal paling sulit dalam pembuatan kiling yakni pada saat membengkokan salah satu sisi kiling dengan menggunakan api. Jika kiling terlalu bengkok maka akan mudah patah saat ditiup angin. Kalau sampai kurang bengkok, maka tidak akan menghasilkan suara dengungan.

”Untuk penyelesaian akhir diberi warna dengan menggunakan arang yang dicampur dengan getah pohon jarak,” ungkap Sutari.

Selut atau penancap kiling pada bagian tengah juga sangat penting supaya kiling bisa menancap dan berputar sesuai dengan arah angin. Sutari juga mempunyai kiling yang sudah berusia ratusan tahun.

Kiling tersebut sebelumnya merupakan milik kakeknya yang juga pembuat kiling. Kebanyakan kiling yang dimiliki oleh warga Desa Kemiren merupakan kiling warisan yang berusia lebih dari 100 tahun. ”Pernah kiling saya itu ditawar oleh orang Belanda, tapi tidak saya kasihkan,” kata Sutari.

Kiling hasil pengerjaan Sutari dijual dengan kisaran harga Rp 250.000 hingga Rp 1 juta. Tergantung dari panjang kiling tersebut. ”Jika kiling dengan panjang lebih dari sepuluh meter harganya juga lebih mahal,” papar Sutari.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia