Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Agenda Presentasi Cabor Diundur Januari 2018

Senin, 18 Dec 2017 07:10 | editor : Ali Sodiqin

Agenda Presentasi Cabor Diundur Januari 2018

BANYUWANGI – Jadwal presentasi bagi cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI Banyuwangi diundur. Sebelumnya KONI mengagendakan jadwal presentasi program kerja cabor pada 23-25 Desember 2017 mendatang. Namun karena berbagai pertimbangan, jadwal presentasi cabor akhirnya diundur hingga Januari 2018 mendatang.

Mundurnya jadwal ini sendiri bermula dari berbagai masukan pengurus cabor yang merasa masih memiliki banyak kegiatan di bulan Desember 2017. Mulai dari yang menggelar kejuaraan kabupaten (kejurkab), mengikuti kegiatan di luar, hingga beberapa cabor yang baru saja menggelar musyawarah kabupaten (muskab).

Sehingga, atas pertimbangan efektivitas kegiatan, KONI pun memilih mengundur waktu pelaksanaan presentasi cabor. ”Kita undur sampai pekan pertama bulan Januari 2018, sekitar tanggal 5,6, atau 7 Januari mendatang. Ada berbagai pertimbangan dari cabor, kita harap dengan diundurnya waktu presentasi, cabor jadi lebih siap dengan materinya,” ujar Sekretaris KONI Banyuwangi Mukayin.

Presentasi cabor sendiri, kata Mukayin, bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan cabor selama satu tahun. Mulai dari prestasi mereka, kegiatan yang mereka selenggarakan hingga kondisi klub yang mereka naungi. Presentasi itu akan menjadi acuan bagi KONI dalam menentukan besaran anggaran yang akan diberikan kepada cabor pada tahun 2018 mendatang.

Cabor dengan skor tertinggi akan menerima dana pembinaan paling besar, sedangkan cabor yang prestasinya kurang memuaskan akan memperoleh dana pembinaan lebih rendah. Dalam presentasi itu, KONI memberikan penilaian sebesar 50 persen untuk prestasi cabor, 40 persen untuk kegiatan yang diikuti cabor, dan 10 persen untuk jumlah klub yang dimiliki cabor. ”Cabor akan kita lihat presentasinya, laporannya berikut dengan bukti fisik penunjang. Jadi, kita akan melihat misalnya yang berprestasi, harus ada piagamnya. Kalau kegiatan minimal ada dokumentasinya, sedangkan kalau untuk klub akan kita lihat dari SK-nya. Jadi tidak asal presentasi saja, hasil itu nanti akan kita jadikan acuan untuk menentukan besaran dana yang berhak diperoleh cabor tahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam presentasi cabor kali ini, Mukayin mengatakan jika dirinya memberi kesempatan kepada dua cabor baru yang juga sedang mengajukan diri menjadi anggota KONI yaitu Perserosi (Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia) dan FOPI (Federasi Olahraga Petanque Indonesia). Keduanya meski bukan menjadi anggota KONI, tetapi masuk dalam cabor yang diproyeksikan akan bermain di Porprov 2019. Sehingga KONI mendukung keduanya untuk terus melakukan pembinaan aktif.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia