Kamis, 15 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Dipasangi Listrik, Buah Naga Berbuah Sepanjang Tahun

Senin, 11 Dec 2017 12:10 | editor : Ali Sodiqin

INOVASI: Petani mengamati kebun buah naga yang diterangi lampu listrik. Penerangan lampu listrik membuat tanaman buah naga berbuah meski bukan musimnya.

INOVASI: Petani mengamati kebun buah naga yang diterangi lampu listrik. Penerangan lampu listrik membuat tanaman buah naga berbuah meski bukan musimnya. (Dedy Jumhardiyanto/JawaPos.Com/RadarBanyuwangi)

Buah naga sebenarnya merupakan tanaman musiman. Tanaman ini akan berbuah apabila sudah mencapai umur sekitar satu tahun sampai dua tahun. Buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari setelah bunga mekar.

Tanaman buah naga ini akan berbuah terus menerus sampai 30 tahun. Kalau pengaturannya bagus, tanaman berumur satu tahun pertama bisa memproduksi 20 ton per hektare (ha). Pada tahun kedua, panen bisa mencapai 30 ton per ha. Pada tahun ketiga bisa mencapai 50 ton per ha.

Untuk merangsang pembuahan, ketika tanaman berumur satu tahun, ujung cabangnya dipangkas 5 centimeter (cm) sampai 10 cm. Beberapa minggu kemudian, bunga muncul dekat potongan cabang tadi atau tetap di mata tunasnya. Tanaman buah naga mampu berbuah antara 15 tahun sampai 30 tahun secara terus menerus, tergantung pemeliharaan dan kondisi lingkungan.

Musim panen buah naga biasanya berlangsung pada bulan September sampai Maret. Panen buah nadga berturut-turut bisa dilakukan antara enam bulan sampai tujuh bulan. Pada tahun pertama, setiap tiang berisi empat pohon tanaman buah naga yang dapat menghasilkan buah sekitar 4 kg.

Namun, para petani di wilayah Banyuwangi Selatan kian kreatif. Mereka membuat inovasi dengan memberi lampu penerangan di kebun buah naga. Hasilnya, buah yang lazimnya hanya berbuah pada musim tertentu, akhirnya bisa berbuah hampir sepanjang tahun.

Pemasangan lampu itu untuk meningkatkan produktivitas hasil panen. Selain itu, juga menjaga perkembangan buah naga dan dapat berbuah sepanjang waktu. ”Kalau diberi tambahan lampu bisa panen terus-menerus,” ujar Sugirin, 54, salah seorang petani buah naga asal Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.

Memberi tambahan lampu pada tanaman buah naga itu, terang dia, bertujuan menambah cahaya dalam merangsang bunga pada buah naga. Lampu-lampu listrik dengan daya 25 watt itu dipasang pada setiap pohon dan dinyalakan setiap malam dengan bergiliran empat jam sekali.

Ide pemberian lampu itu muncul pada tahun 2013 lalu, saat melihat tanaman buah naga milik saudaranya yang ada di depan rumah bisa berbuah terus-menerus. ”Bisa berbuah karena terkena lampu,” ungkapnya.

Maka sejak itu, masih kata dia, dia mulai tertarik ikut mengembangkan buah naga dengan memberi lampu pada setiap buah naga yang ditanam. Awalnya, ide itu hanya dipandang sebelah mata. Tapi setelah melihat hasilnya, banyak petani yang mengikuti caranya itu. ”Sekarang banyak warga yang menanam buah naga pakai lampu, bahkan di sawah sekarang pasang listrik sendiri,” jelasnya.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia