Rabu, 24 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Opini Sabtu
Opini Sabtu

Pemimpin Jaman Now, Generasi Millennial

Oleh: Abiseka Anoraga

Minggu, 10 Dec 2017 20:06 | editor : Ali Sodiqin

Pemimpin Jaman Now, Generasi Millennial

SETELAH berabad-abad lamanya terbelenggu dalam jeratan penjajah, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia, untuk pertama kalinya memekikkan suara kemerdekaan yang menggema ke seluruh penjuru negeri. Setelah melalui perjuangan yang cukup melelahkan serta pengorbanan yang menelan nyawa yang tak terhitung jumlahnya sampai saat ini. Sekitar 72 tahun sudah pekikan kemerdekaan itu berlalu.

Kita semua menyadari bahwa sumbangsih pejuang terhadap kemerdekaan sangatlah besar. Mereka rela mengorbankan nyawa demi sebuah kemerdekaan bangsa. Lantas, bagaimana dengan sekarang? Negara Indonesia dibangun melalui peradaban yang sangat panjang dari zaman kerajaan hingga zaman modern bahkan sampai saat ini yang muncul dengan sebutan zaman generasi Millennial. Generasi era milenial saat ini, banyak diperbincangkan dalam berbagai tatanan elemen masyarakat.

Dengan kemajuan perkembangan zaman, yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah generasi milenial mengemban misi ideologi perjuangan yang membawa narasi peradaban bangsa Indonesia ini di masa datang? Keberadaan generasi milenial tidak lain merupakan bagian dari bonus demografi yang sedang dinikmati oleh negara ini. Maka menjadi penting untuk kemudian mengarahkan mereka kepada yang bersifat konstruktif dan produktif.

Era milenial lahir dengan konsep gaya pembaharuan yang dibarengi dengan perkembangan kekuatan globalisasi digital sehingga akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Generasi milenial sudah diprediksi oleh beberapa peneliti yang memprediksi generasi milenial akan lahir atau muncul pada beberapa tahun yang akan datang.

Perkembangan generasi milenial yang perlu beradaptasi dengan sejarah, menunjukkan bahwa primordialisme dan tradisionalisme dapat memperkuat entitas nasionalisme yang mengikuti perkembangan arus globalisasi yang ada. Indonesia yang tidak pernah luput dari perkembangan zaman yang berlandaskan sejarah maka akan dapat dengan mudah melihat serta memahami perkembangan Indonesia secara sederhana. Namun, memasuki era generasi milenial saat ini, pemimpin yang baik adalah seseorang pemimpin muda yang dapat mengemban amanah perjuangan bangsa Indonesia, yang telah diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 serta menyelaraskan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat saat ini dengan tetap mengeluarkan pemikiran-pemikiran manusiawi atau istilahnya ”nguwongke”.

Disadari atau tidak, perkembangan hingga generasi milenial yang dibarengi dengan arus modernisasi yang tak terkendali telah membawa nilai-nilai budaya luar yang memang harus dibendung oleh era kepemimpinan milenial yang mampu menstabilkan keadaan dengan tetap memegang teguh kebijakan politik yang mendidik dan santun.

Zaman terus bergerak, kaum muda tak lagi hidup dalam suatu isolemen. Bangsa ini masih terlihat gejala seolah-olah kita masih hidup dalam dunia impian kita sendiri. Kadang-kadang terbaca atau terdengar ucapan-ucapan yang meneropong dunia luar lewat sebuah lensa yang sudah usang, sehingga bayangan kita mengenai dunia luar itu tidak serasi dengan kenyataan, hanya serasi dengan impian kita sendiri. Untuk itu pemikiran politik pemuda ’jaman now’ melihat bahwa saat ini gagasan gerakan politik dapat terkonsolidasi secara masif melalui entrepreneur, start up business, dan social entrepreneurship. Kesadaran politisi muda untuk ikut berproses dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, baik dan modern harus didukung dengan sebaik-baiknya.

Sehingga di akhir dari gerakan politik yang ada sekarang adalah Youth Government (Pemerintahan Pemuda). Kepemimpinan politik era milenial saat ini sudah mulai bermunculan dengan pemikiran-pemikiran inovatif yang modern dengan tetap berlandaskan budaya tradisional. Kepemimpinan politik dalam pemerintahan yang ada saat ini bermunculan generasi milenial yang sangat kompeten dan mampu menjawab tantangan era global yang semakin berkembang. Bisa kita lihat bahwa munculnya pemimpin generasi ’jaman now’ seperti Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Emil Dardak (Bupati Trenggalek), M. Zainul Majdi (Gubernur NTB), M. Ridho Ficardo (Gubernur Lampung), Zumi Zola (Gubernur Jambi), Indah Putri Indriani (Bupati Luwu Utara), Sutan Riska Tuanku Kerajaan (Bupati Dharmasraya), dan lain-lain, memperlihatkan kepercayaan masyarakat pada pemimpin muda yang inovatif dan mampu menyejahterakan masyarakat.

Hal ini terlihat dengan prestasi-prestasi pemimpin muda era milenial yang mampu menjawab problematika permasalahan dengan konsep pemikiran yang terbuka dengan mengadopsi nilai sosial yang lebih modern dengan mengedepankan pendekatan diskusi.

Hingga saat ini, peran dari kaum pemuda pemimpin milenial yang inovatif sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan serta sinergitas kemajuan globalisasi dengan budaya tradisional yang berbeda. Beranjak dari kontribusi kaum muda dalam membangun bangsa, ada hal penting yang perlu diperhatikan bahwa kepemimpinan kaum muda yang spektakuler tidak semata-mata timbul dari dirinya.

Pengaruh kaum muda memang membawa angin segar bagi peradaban dan kemajuan bangsa ini. Di bawah kepemimpinan jiwa-jiwa muda, Indonesia mulai menemukan jati dirinya baru yang tetap berpijak pada konsep yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Gelora akan kepemimpinan kaum muda memang akan menemui babak baru dalam sejarah Indonesia. Pendidikan dan perilaku sosial akan memberikan dampak yang signifikan dalam menentukan arah pergerakan bangsa. Maka, kualifikasi atas kedua hal tersebut perlu diperhatikan untuk menciptakan pemuda bangsa yang berkualitas. Dengan semangat yang begitu besar sudah selayaknya bangsa yang besar mampu menghargai dan membangun integritasnya dengan melibatkan kaum muda dalam mewujudkan kepemimpinan ’jaman now’ generasi milenial di era Indonesia di masa yang akan datang.(*)

*) Subbag Sungram dan Anggaran Dinas Peternakan Jatim



(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia