Minggu, 21 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Harga Pakan Terus Melambung, Peternak Burung Puyuh Mengeluh

Rabu, 19 Jul 2017 15:35 | editor : Ali Sodiqin

PERLU SUBSIDI: Peternak burung puyuh di Desa Tamansari yang dipelihara di kandang.

PERLU SUBSIDI: Peternak burung puyuh di Desa Tamansari yang dipelihara di kandang. (SHULHAN HADI/RABA)

TEGALSARI – Usaha peternakan burung puyuh mengeluhkan harga pakan. Meski permintaan telur tinggi, tapi mereka masih kesulitan untuk perawatan dengan harga pakan yang dianggap masih tinggi.

Salah satu peternak puyuh, M. Abrori, 47, asal Desa/Kecamatan Tamansari, Banyuwangi, menyebut harga telur puyuh sebenarnya cukup bagus, yakni sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Tapi jika dihitung dengan biaya operasional seperti harga pakan, maka hasil yang didapat sangat minim. “Dapat hasil, tapi tipis,” terangnya.

Abrori menyebut untuk 1.000 ekor burung puyuh, kebutuhan pakan 25 kilogram per hari. Sehingga, dalam empat hari burung puyuh membutuhkan satu kuintal pakan. Sementara harga pakan itu Rp 560 ribu per kuintal. “Pakan itu satu sak Rp 280 ribu, dua sak ya Rp 560 ribu, ini mahal sekali,” jelasnya.

Padahal, kekuatan produksi telur 1.000 ekor burung puyuh itu rata-rata sembilan kilogram. Jika dikalkulasikan, setiap hari penghasilannya antara Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. “Inginnya harga pakan itu ada subsidi, biar hasilnya agak terasa,” harapnya.

Saat ini para peternak sudah memiliki kelompok, dan itu harusnya mudah diakomodir. Dia berharap peran pemerintah bisa semakin optimal dalam memberikan dukungan pada peternak kecil. “Pemerintah mestinya bisa campur tangan soal pakan ini,” terangnya.

Peternak lainnya, Miftahul Rohmat, 35, menambahkan selama ini dukungan dinas peternakan masih sebatas tinjau lokasi. Terkait bantuan masih dijanjikan yang katanya akan cair pada awal 2018. “Katanya akan ada bantuan, tapi tahun depan,” katanya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia