Unas Perbaikan Diikuti Enam Orang

Sementara itu, ujian nasional (unas) perbaikan tahun 2017 resmi digeber di Banyuwangi kemarin (18/4). Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh enam lulusan SMA dan SMK untuk memperbaiki nilai ujian akhir yang mereka jalani tahun 2016 lalu.

       Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim telah menunjuk dua sekolah untuk menjadi penyelenggara unas perbaikan tahun ini. Dua sekolah tersebut antara lain, SMK Negeri 1 Glagah dan SMK Negeri 1 Banyuwangi.

       Selanjutnya, proses pendaftaran dibuka mulai 29 Maret hingga 11 April lalu. Nah, hingga pendaftaran ditutup, terdapat enam lulusan SMA dan SMK tahun 2016 yang mendaftarkan diri sebagai peserta unas perbaikan tersebut. Para lulusan SMA dan SMK yang berkeinginan memperbaiki nilai unas tersebut seluruhnya mendaftarkan diri di SMK Negeri 1 Banyuwangi.

       Sayang, saat pelaksanaan unas perbaikan hari pertama digeber kemarin, hanya enam orang yang mengikuti ujian. Tiga orang merupakan alumnus SMA Negeri 1 Giri dan tiga orang merupakan lulusan SMK Negeri 1 Banyuwangi. Satu peserta yang tidak hadir merupakan alumnus SMA Negeri 1 Giri. “Kami belum mendapat konfirmasi alasan ketidakhadiran satu calon peserta tersebut,” ujar Wakil Ketua Panitia Pelaksana Unas Perbaikan SMK Negeri 1 Banyuwangi, Wahyudin.

       Wahyudin menuturkan, jumlah mata pelajaran (mapel) yang diujikan dalam unas perbaikan berbeda antara satu peserta dengan peserta yang lain. Mapel yang diujikan disesuaikan dengan mapel yang nilainya ingin diperbaiki oleh masing-masing peserta. “Namun, untuk hari ini (kemarin), sebenarnya tujuh calon peserta akan menghadapi soal matematika. Tetapi satu orang tidak hadir,” akunya.

       Dia menambahkan, unas susulan di SMK Negeri 1 Banyuwangi bakal dihelat hingga besok (20/4). Setiap hari ada dua mapel yang diujikan. Ujian jam pertama digeber mulai pukul 07.30 sampai 09.30, sedangkan ujian jam kedua dimulai pukul 10.30 sampai 12.30. (selengkapnya lihat grafis)

       Sementara itu, Kepala Cabang (Kacab) Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi, Istu Handono, mengatakan unas perbaikan diperuntukkan hanya bagi siswa yang berkeinginan untuk memperbaiki nilai unas tahun sebelumnya. Hasil unas perbaikan tersebut dapat digunakan untuk pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. “Nilai UN yang digunakan untuk pertimbangan seleksi adalah nilai yang terbaik dari nilai unas dan unas perbaikan,” cetusnya. (sgt/aif)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar