15 Hari untuk Penguatan Bahasa Inggris

SITUBONDO- Ratusan siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta memadati pendapa Graha Amukti Praja kemarin (11/04). Selain siswa, puluhan orang tua dan guru  turut hadir mendampingi siswanya dalam rangka pelepasan keberangkatan Pesantren Inggris. Mereka  akan berangkat menuju Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Pendidikan Fathor Rakhman menyatakan, ada 106 siswa SMP yang berangkat untuk mengikuti kegiatan Pesantren Inggris. Kegiatan itu bertujuan untuk menguatkan anak-anak di bidang bahasa Inggris dalam menghadapi dunia global. “Karena penggunaan bahasa Inggris sudah mendunia. Teknologi dan ilmu-ilmu lain juga banyak yang menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.

Fathor mengungkapkan, kultur ponpes secara tidak langsung akan terserap oleh para siswa. Sehingga mereka tertarik untuk mengenal situasi pesantren dan tertarik terhadap bahasa Arab. “Hal yang lain, adalah pembentukan karakter. Tentunya siswa yang ditempa selama 15 hari di pondok diharapkan dapat membentuk karakter baiknya,” ungkapnya.

Diterangkan, dalam tahun ini akan ada tiga kali keberangkatan siswa SMP ke Ponpes. Karena, banyaknya siswa yang berminat untuk ikut. Pemilihan siswa yang dikirimkan ke pondok bergantung pada sekolah masing-masing. Ada sekolah yang mengirim dua orang, bahkan lebih. Bergantung pada jumlah siswa di sekolah dan minat siswa. “Tahap kedua keberangkatan dilakukan setelah siswa tahap pertama pulang,” tandasnya.

Guru pendamping dari SMPN 1 Panarukan Vista menyatakan, banyak orang tua yang keberatan berpisah dengan anaknya. Namun, karena ketertarikan dan keinginan anak yang kuat akhirnya mereka luluh dan mendukung anak untuk berangkat. “Tidak semua orang tua keberatan, bahkan ada beberapa yang sangat mendukung. Hal itu demi perkembangan anak mengenal dunia ponpes  sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris,” bebernya.

Vista menyatakan, siswa yang dikirim dari sekolahnya ada dua orang dari kelas delapan. Banyak siswa yang penasaran dengan kehidupan pondok. “Selain hal itu, siswa banyak yang ingin ikut lantaran senang dan penasaran dengan praktek Bahasa Inggris di pondok,” pungkasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar