Misnadi Tuding Mahasiswa Untag Dirugikan

BANYUWANGI – Ketua Yayasan Pendidikan Nasional (Yapenas), Misnadi, angkat bicara terkait status “pembinaan” yang dijatuhkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kepada Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. Menurut dia, status pembinaan tersebut senilai dengan status nonaktif suatu perguruan tinggi.

Seperti diketahui, Kemenristekdikti RI memberikan status “pembinaan” kepada Untag Banyuwangi sejak 23 Maret lalu. Nah, statemen Misnadi bahwa status pembinaan senilai dengan non aktif tersebut merujuk pada Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 933/C.C5/KL/2015 Tanggal 27 Nopember 2015 perihal pemberitahuan perubahan nama status “Non-Aktif” menjadi “Dalam Pembinaan”.

Status Pembinaan, kata Misnadi, senilai dengan status nonaktif. Status itu muncul karena perguruan tinggi telah melakukan pelanggaran terkait laporan akademik, nisbah dosen/mahasiswa, masalah pelanggaran dan masalah sengketa. “Saya menilai, status pembinaan untuk Untag Banyuwangi karena sedang dalam sengketa atau konflik badan penyelenggara dan dualisme kepemimpinan,” ujarnya, Rabu lalu (5/4).

Misnadi menambahkan, dalam hal masalah sengketa atau konflik, jenis permasalahan meliputi dan tidak terbatas pada sengketa atau konflik dosen dan perguruan tinggi, pengangkatan atau pemberhentian pimpinan perguruan tinggi, dan atau dualisme kepemimpinan perguruan tinggi.

Sengketa tersebut dapat terjadi dalam dua kondisi, yakni sengketa yang belum memasuki ranah peradilan dan sengketa yang sudah memasuki ranah peradilan.

Untuk kasus Untag, saat ini ada dua pihak yang saling menyatakan kepemilikan dan menyatakan mempunyai hak untuk mengelola yang telah dikemukakan melalui surat atau dokumen lain yang ditujukan kepada Ditjen Kelembagaan IPTEKDIKTI. Selain itu, kasus sengketa kepemilikan dan pengelolaan saat ini juga sudah memasuki ranah peradilan. “Akibatnya sekarang Untag di non-aktifkan. Status itu tentu sangat merugikan mahasiswa,” jelasnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar